Share

Buku Data Dasawisma, Potret Jujur Profil Desa

Oleh Hj Mahfudhoh Suyoto

Bojonegoro (Media Center) – Gagasan membuat program Buku data dasawisma, berawal dari keterlibatan Saya selaku Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Bojonegoro. Tujuannya sederhana; dengan pendataan mempermudah Pemerintah melihat potret rakyat dengan nyata yang ter-update tiap bulannya.

Menurut saya, hasilnya sungguh luar biasa. Karena, pengurus PKK di Kabupaten Bojonegoro, bisa mudah melihat potret kegiatan Ibu-ibu penggerak dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga di desa/kelurahan. Program membuat buku data dasawisma ini, bahkan telah dimulai tahun 2014-2015 dan yang tengah berjalan, tahun 2016 ini.  Buku ini, juga berpatokan pada Program Gerakan Desa Sehat Cerdas (GDSC) yang digagas Bupati Bojonegoro Suyoto.

Tim penggerak PKK ada di masyarakat sekaligus bagian dari masyarakat. Karena, yang disebut dasawisma itu adalah 10 rumah–meski realitasnya bisa lebih–yang ada di lingkungan warga. Selain itu, PKK adalah tim penggerak yang bertujuan mulia. Menggerakkan keluarga agar sehat, cerdas, mandiri, bahagia dan sejahtera.

Dengan tujuan seperti itu, PKK harus hadir  dan membantu Pemerintah mewujudkan cita-cita bersama. Masyarakat adil dan makmur serta mewujudkan keluarga bahagia. Oleh karenanya, sinergitas PKK dan Pemerintah  harus terjalin dengan baik dan harmonis.

Menurut Saya, data catatan keluarga yang terangkum dalam buku data dasawisma, harus diisi dengan jujur dan apa adanya. Tujuannya bisa memotret kondisi desa yang utuh. Karenanya, diperlukan minimal 14 indikator sebagai petunjuk.

Pertama, soal ekonomi keluarga, kedua, pendidikan keluarga, ketiga kesehatan keluarga, keempat harmonisasi, kelima pemanfaatan pekarangan, keenam pekerjaan kepala keluarga, ketujuh kependudukan, kedelapan kemiskinan, sembilan pemakaian alat kontrasepsi, 10). kepemilikan jamban, 11). yaitu angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI/AKB), 12). pengangguran di keluarga,13).  jaminan hari tua seperti apakah keluarga punya jaminan asuransi dan 14). menyangkut surat-surat penting keluarga seperti punya akte kelahiran dan sebagainya.

Saya percaya, jika data di dasawisma dikerjakan para kader PKK di desa hingga kabupaten dilakukan dengan jujur, maka hasilnya bisa mendekati kebenaran. Dengan begitu, data dasawisma bisa dijadikan acuan oleh Pemerintah Kabupaten, melalui dinas-dinas, kecamatan dan Pemerintahan Desa. Dasarnya,  untuk perencanaan anggaran program kerja dan menindaklanjuti masalah di masyarakat yang tergambar dalam potret buku dasawisma secara berkelanjutan.

Dengan demikian, program kerja Pemerintah bisa direncanakan dengan jelas dalam menyelesaikan masalah, tepat sasaran dan bukan asal-asalan. Dengan kata lain, program di kabupaten, kecamatan dan desa dapat bersinergi, berkesinambungan dan tidak tumpang tindih dalam menyelesaikan masalah di masyarakat. Pun dilakukan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat anggaran serta berkelanjutan.

Tentu saja semuanya diperlukan kecerdasan, kesungguhan, kepedulian dan keuletan. Sinergi antara Pemerintah Tim Penggerak PKK hingga kader desa dalam menyusun rencana program kerja agar berkelanjutan, punya target yang jelas dan disepakati bersama.

Saya selaku Ketua PKK Kabupaten sangat mengapresiasi dan bangga kepada kader PKK dari tingkat Kabupaten hingga tingkat dasawisma. Karena dengan segala keterbatasannya, para kader bisa sanggup belajar dan meluangkan waktu bersama. Saling membantu satu sama lain agar terwujud bahagia bersama.

Kepada Pemerintah Kabupaten, kecamatan dan desa, Saya sangat berterima kasih, karena menganggap keberadaan PKK diperlukan dan penting dalam sinergitas program menggerakkan masyarakat agar berdaya untuk mewujudkan cita-cita bersama. Yaitu Wong Jonegoro Sehat, Cerdas, Produktif dan Bahagia.

Di akhir kata, apa yang dicanangkan Bupati Bojonegoro Suyoto, yaitu Gerakan Desa Sehat dan Cerdas, rasanya sudah tepat. Karena, kita semua, Pemerintah, PKK dan masyarakat untuk bersatu pada tujuan bersama mewujudkan Bojonegoro Matoh.(mcb)

1 Comment on this Post

  1. Suharyanto

    Buku data dasa wismanya mana ya….
    Met siang sdrku.
    Trim met siang.

    Reply

Leave a Comment