Share

Bulog: Banyak Pedagang Luar Beli Beras Bojonegoro

Bojonegoro (Media Center) – Bulog Sub Divre III Bojonegoro, Jawa Timur, mengakui, belum tercapainya target pengadaan beras kualitas premium sebanyak 15.000 ton, disebabkan banyak pedagang luar daerah yang melakukan pembelian beras di wilayah kerjanya.
.
“Tidak hanya itu, bahkan juga banyak pengusaha penggilingan padi, juga pedagang yang menjual berasnya keluar daerah,” kata Kepala Bulog Sub Divre III Bojonegoro Efdal, Selasa (1/9).

Padahal, menurut dia, untuk menjadi mitra bulog dalam pengadaan tidaklah sulit, karena hanya melengkapi persyaratan surat izin usaha perdagangan (SIUP),  nomor pokok wajib pajak (NPWP) dan izin gangguan atau HO.

“Saat ini baru ada 23 pengusaha yang bermitra dengan bulog dalam pengadaan beras kualitas premium,” ucapnya.

Sesuai Inpres, katanya,  harga pembelian pemerintah (HPP) untuk beras kualitas medium Rp7.300/kilogram, gabah kering panen (GKP)  Rp4.650/kilogram,  dan beras kualitas premium tergantung dengan kondisi pasar dengan ketentuan maksimum Rp8.900/kilogram.

Yang jelas ia menjanjikan akan memfasilitasi pemilik penggilingan padi dan pedagang beras dengan dukungan babinsa, untuk bisa bermitra dengan bulog dalam pengadaan beras kualitas premium.

“Kami berharap target dalam pengadaan beras kualitas premium di daerah kami bisa tercapai, untuk mendukung stok pangan nasional,” tandasnya.

Sesuai data di Bulog Subdivre III, pengadaan beras kualitas premium yang sudah berjalan di Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan, mencapai 500 ton, per 29 Agustus.

“Pemasukan beras beras kualitas premium di wilayah kerja kami rata-rata sekitar 75 ton per harinya,” jelasnya.(dwi/*mcb)

Leave a Comment