Share

Bulog Bojonegoro Akan Serap Jagung Petani

Bojonegoro, Media Center – Bulog Sub Divre Bojonegoro bakal melakukan penyerapan jagung petani di wilayah kerjanya pada tahun 2019 ini untuk mengendalikan harga saat masa panen.

Ada dua skema dua yang dilakukan Bulog. Pertama membeli jagung ke petani kemudian dijual kembali (By Self) dan membeli jagung kemudian dijadikan stok di gudang (By Stock).

“Kita akan membeli jagung yang sudah kering dan pipilan,” kata Wakil Kepala Bulog Sub Divre Bojonegoro, M Yandra Drajat, Sabtu (2/3/2019).

Dijelaskan, penyerapan jagung ini sesuai Peraturan Kementerian Perdagangan (Permendag) Nomor 58 tahun 2018 tentang penetapan harga acuan pembelian di petani serta acuan harga acuan penjualan di Konsumen.

Sekaligus bisa mengoptimalkan harga jagung, terkait pemberlakuan harga pembelian pemerintah (HPP) dengan menetapkan harganya yakni Rp 3.150.

“Memang saat ini harga jagung masih mahal, namun bila masuk panen, harga jagung bakal turun, sehingga dengan asumsi itu, HPP yang ditetapkan pemerintah bisa diberlakukan,” ujarnya.

Namun demikian, Yandra menyampikan belum ada target penyerapan yang ditetapkan. Pihaknya hanya memastikan akan memaksimalkan penyerapan jagung di tiga Kabupaten yang menjadi wilayah Bulog Bojonegoro yakni Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Lamongan.

“Intinya penyerapan jagung ini bertujuan untuk menstabilkan harga jagung,” pungkasnya. (RIN/DWI)

Leave a Comment