Share

Bulog Bojonegoro Beli Gabah Saat Harga Turun

Bojonegoro, 17/2 (Media Center) – Pihak Bulog Sub Divisi Regional (Divre) III Bojonegoro melakukan pembelian saat harga gabah anjlok di tingkat petani, pada pertengahan Februari 2017 ini. Menyusul pasca banjir dan serangan hama wereng yang membuat harga gabah anjlok pada Januari 2017 lalu.

Pihak Bulog Sub-Divre III Bojonegoro menjadwalkan belanja gabah kering panen (GKP) dan Gabah Kering Giling total sebanyak 100 ribu ton tahun 2017 ini. Tetapi, gabah yang dibeli kwalitasnya harus sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan Pemerintah. Yaitu, untuk GKP kadar airnya sekitar 25 persen dengan harga Rp 3700 perkilogramnya. Sedangkan GKG kadar airnya minimal 14 persen dengan harga Rp 4600 perkilogramnya.

”Standar itu sudah baku ,” ujar Kepala Bulog Sub-Divre III Bojonegoro Hardiman Hasan pada 14 Februari 2017.

Hardiman Hasan mengatakan, belanja gabah tahun 2017 ini, akan dilakukan pada bulan-bulan panen. Lokasinya berpencar, yaitu di Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Lamongan. Intinya selain, membantu menstabilkan harga gabah, juga untuk stok pangan. Karena Bulog Sub-Divre Bojonegoro, kerap diminta untuk kirim beras ke daerah-daerah kering dan juga potensi bencana. Juga dikirim ke daerah luar Jawa yang stok berasnya menipis.

Di tingkat petani, harga gabah dalam pekan-pekan ini, di Bojonegoro dan sekitanya, anjlok. Harga GKP di tingkat petani sekarang ini di kisaran Rp 2800 perkilogramnya dari sebelumnya Rp 3200 perkilogram. Sedangkan GKP harga di tingkat petani jatuh hingga harga di bawah Rp 4200 perkilogramnya.

Akibatnya, banyak petani yang terpaksa menyimpan gabah hasil panen dan menunggu hingga harga normal.

”Ya, kita simpan dahulu,” ujar Prayitno,51 tahun, warga Desa Ngumpak Dalem, Kecamatan Dander, Bojonegoro pada Selasa 14 Februari 2017. Dia berharap Pemerintah turun tangan untuk membantu harga gabah terus turun.(*/mcb)

Leave a Comment