Share

Bulog Bojonegoro Berencana Mulai Buka Pengadaan Maret

Bojonegoro (Media Center) – Bulog Subdivre III Bojonegoro, Jawa Timur, berencana mulai membuka pengadaan beras dan gabah di wilayah kerjanya, mulai Bojonegoro, Tuban dan Lamongan, mulai awal Maret, sambil menunggu penetapan harga pembelian Pemerintah (HPP).

“Pengadaan memang belum berjalan, sebab harga gabah dan beras di tingkat petani masih tinggi, di atas HPP,” kata Kepala Bulog Subdivre III Bojonegoro Efdal Sulaiman, Selasa (23/2).

Sesuai Inpres No. 5 tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah, disebutkan harga gabah kering panen (GKP) Rp3.700 per kilogram.

“Mitra kerja akan sulit bisa memperoleh harga gabah atau beras sesuai HPP, sebab tidak mungkin petani bersedia menjual gabahnya dengan harga rendah,” katanya, menegaskan.

Meski demikian, menurut dia, persipan pengadaan sudah mulai berjalan dengan membuka pendaftaran mitra kerja yang terlibat di dalam pengadaan tahun ini.

“Sudah ada 33 mitra kerja yang mendaftar, termasuk di dalamnya ada gabungan kelompok tani (gapoktan),” jelas dia.

Menurut dia, mitra kerja yang mendaftar dalam pengadaan di tiga kabupaten di wilayah kerjanya, masih akan bertambah.

Sesuai rencana, lanjut dia, target pengadaan tahun ini di wilayah kerja di tiga kabupaten mencapai 117 ribu ton setara beras, meningkat dibandingkan perolehan pengadaan tahun lalu yang hanya sekitar 70 ribu ton setara beras.

“Banjir luapan Bengawan Solo, juga banjir bandang tidak akan mempengaruhi pengadaan beras tahun ini,” katanya, menegaskan.

Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun lalu, menurut dia, banjir luapan Bengawan Solo juga banjir lainnya, tidak pernah menganggu pengadaan. Sebab, lokasi tanaman padi yang terendam air banjir selalu menetap, sehingga tidak mengurangi panen di daerah yang tidak kebanjiran.

“Taget tahun lalu 102 ribu ton setara beras, hanya terealisasi sekitar 66 ribu ton, termasuk pengadaan beras kualitas premium,” jelasnya. (*/mcb)

Leave a Comment