Share

Bupati Bojonegoro Ajak Warganya Tingkatkan Kemampuan

Bojonegoro (Media Center) – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, meminta warganya meningkatkan kemampuan untuk bisa melakukan sesuatu yang bisa dijual, agar mampu bertahan, dalam menghadapi perang proksi (proxy war).

“Kunci kemenangan dalam menghadapi proxy war, yaitu kita harus mampu menjual sesuatu yang bisa dibeli bangsa lain,” katanya, dalam seminar Kebangsaan yang digelar Kodim 0813 Bojonegoro, Sabtu (15/8).

Ia menjelaskan perang proksi merupakan perang yang tidak masuk rumusan dalam perang tradisional, yang mengedapankan senjata alutsista, tapi perang proksi memanfaatkan pihak ketiga atau boneka.

“Senjatanya bisa narkoba, budaya, ideologi, juga lainnya. Tapi tujuan pokoknya perang ekonomi,” ucapnya.

Menurut dia, dalam kondisi terjadinya globalisasi, maka tidak bisa dihindari Indonesia akan terlibat dalam perang proksi.

Oleh karena itu, menurut dia, dibutuhkan ketahanan bangsa yang meliputi, ketahanan pangan, budaya, ekonomi, juga ketahanan lainnya.

“Seperti tenaga kerja Indonesia (TKI) harus ditingkatkan kemampuannya, agar mampu bersaing dengan tenaga kerja negara lainnya dari luar negeri. TKI bukan hanya sebagai tenaga kerja kelas rendah,” katanya, menegaskan.

Bojonegoro, jelas dia, berusaha meningkatkan kemampuan warganya tahun ini, dengan menggelar berbagai program pelatihan tenaga kerja untuk 12.000 paket.

Lainnya, lanjut dia, pemkab juga menyusun dana abadi yang diperoleh dari keuntungan migas, yang akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) warganya.

Tampil sebagai pembicara dalam seminar Kebangsaan yaitu Prof. Dr. Sam Abede Pareno, Ketua DPRD Mitro’atin, Ketua Forum Umat Beragama (FUB) K.H. Gus Huda, Komandan Kodim 0813 Letkol Kav. Donova Pri Pamungkas, dan Waka Polres Kompol Ikhwanuddin. (sa/mcb).

Leave a Comment