Share

Bupati Bojonegoro Akan Hubungi Bulog Terkait Pengadaan

Bojonegoro (Media Center) – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, akan menghubungi Perum Bulog Pusat terkait pengadaan beras kualitas premium di daerahnya, yang persyaratannya sulit dipenuhi mitra kerja bulog.

“Saya akan mencoba menghubungi Direktur Perum Bulog terkait persyaratan pengadaan,” katanya, dalam rapat koordinasi pengadaan di Bojonegoro, Selasa (8/9).

Ia menyatakan hal itu, menanggapi realisasi pengadaan beras kualitas premium di daerahnya, yang ditarget 15.000 ton baru terealisasi 2.759,46 ton, disebabkan mitra bulog sulit memperoleh beras dengan kualitas sesuai persyaratan.

Padahal, menurut dia, di daerahnya ada tanaman padi sekitar 40.000 hektare, dengan perkiraan produksi mencapai 20.000 ton setara beras, yang panen September ini.

Pada kesempatan itu, ia menyatakan akan menyampaikan kepada Direktur Perum Bulog, agar daerahnya bisa diberi keleluasan dalam pengadaan beras kualitas premium untuk broken bisa lebih dari 10 persen.

“Saya minta TNI dan bulog juga menyuarakan yang sama untuk mendukung soal persyaratan ini,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bulog Subdivre III Bojonegoro Efdal Sulaiman, sependapat dengan usulan yang akan disampaikan kepada Direktur Perum Bulog di Jakarta soal keleluasaan persyaratan.

Apalagi, lanjut dia, batas terakhir pengadaan 30 September. Sedangkan dari target pengadaan sebesar 50.000 ton di wilayah kerjanya baru terealisasi 17.678,22 ton, per 8 September.

“Saya akan mengirimkan surat soal persyaratan hari ini juga, agar broken beras ada toleransi sampai dengan 15 persen,” ucapnya.

Ia mengaku tidak berani melangkah untuk mengambil keputusan dalam pengadaan dengan mempermudah persyaratan, tanpa ada keputusan dari Direktur Perum Bulog di Jakarta.”Jelas dari segi hukum rawan,” tandasnya.

Soal kemudahan persyaratan itu, Komadan Kodim 0813 Bojonegoro Letkol Kav. Donova Pri Pamungkas, menyatakan juga akan menyampaikan surat kepada kepada Mabes TNI terkait persyaratan.

Data di Bulog Subdivre III, Bojonegoro target 15.000 ton, baru terealisasi 2.759,46 Ton. Perolehan pengadaan di Bojonegoro itu, masih kalah dibandingkan perolehan pengadaan di Tuban sebesar 8.264,02 ton, dan Lamongan 6,634,74 ton, yang masing-masing ditarget 18.000 ton dan 17.000 ton. (sa/mcb)

Leave a Comment