Share

Bupati Bojonegoro Dukung Pengembangan Koperasi Petani

Bojonegoro, 8/1 (Media Center) – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto mendukung pengembangan KUD Padangan menjadi koperasi beranggotakan petani yang akan mengolah hasil pertanian sebagai usaha mengamankan hasil produksi pertanian petani di daerahnya.

“Saya sangat mendukung pengembangan KUD Padangan memiliki badan usaha yang dikelola petani, sebab pengurusnya selama ini bisa mengelola dengan bagus,” katanya, Sabtu (7/1).

Salah satu gambarannya, lanjut dia, tidak ada satupun pengurusnya yang terlibat bisnis sehingga KUD Padangan bisa berkembang. Selain itu, aset KUD Padangan yang memiliki berbagai bidang usaha mencapai Rp37,5 miliar.

“SHU KUD Padangan bisa mencapai Rp750 juta per tahunnya,” paparnya.

Dengan demikian, menurut dia, kalau sudah terbentuk Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) maka dalam mengelola usaha pertanian akan memperoleh fasilitas dari KUD Padangan.”Produksi hasil olahannya ya beras dari produksi padi petani,” ucapnya.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayogam sebelumnya menjelaskan kedatangannya itu untuk menjajaki KUD Padangan untuk bisa menjadi percontohan koperasi dengan anggota petani.

Pemerintah, sebelum ini sudah mulai mengembangkan koperasi dengan anggota petani yang mengolah hasil pertanian, mulai di Sukabumi, Banyumas, Demak, keduanya di Jawa Tengah dan Lampung.

“Di Sukabumi sudah berjalan sejak Desember 2016,” katanya menegaskan.

Dalam pelaksanaannya, menurut dia, KUD Padangan harus mendirikan Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR), dalam menjalankan kegiatannya.

Menurut dia, di sejumlah daerah yang menjadi percontohan itu memperoleh alokasi dana dari Pertamina melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) untuk berbagai kegiatan pertanian.

Besarnya anggaran Rp13,4 juta per hektare dengan luas cakupan lahan pertanian masing-masing daerah 1.000 hektare.

“Petani yang terlibat dalam kegiatan koperasi itu bisa lebih dari 2.000 petani di masing-masing daerah,” ucapnya.

Ketua KUD Padangan, Bojonegoro Mihandri mengatakan jajaran pengurus KUD Padangan siap mengembangkan usaha di bidang pertanian dalam bentuk badan usaha dengan anggota petani.

“Rencananya penggilingan dan pengeringan padi dengan alokasi anggaran mencapai Rp65 miliar,” ungkapnya.

Sesuai rencana, lanjut dia, pengembangan anggota akan dilakukan tidak hanya di Kecamatan Padangan, tetapi juga kecamatan lainnnya, sebab lahan di Kecamatan Padangan hanya seluas 1.967 hektare.

Data di KUD Padangan menyebutkan KUD Padangan berdiri sejak 1981 dan sekarang ini memiliki 735 anggota, dengan bidang usaha distributor pupuk, pangan, simpan pinjam, penyaluran elpiji dan properti. (*/mcb)

Leave a Comment