Share

Bupati Bojonegoro Instruksikan Kewaspadaan Hadapi Zika

Bojonegoro (Media Center) – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto menginstruksikan kepada jajaran pemerintah kabupaten (pemkab), untuk menyosialisasikan kewaspadaan dalam menghadapi kemungkinan penyebaran virus Zika yang dibawa nyamuk aedes aegypti.

“Tingkatkan sosialisasi pengetahuan dasar dan tindakannya. (menghadapi penyakit demam berdarah dengue (DBD),” katanya, di Bojonegoro, Minggu (7/2).

Lebih lanjut ia menjelaskan pemahaman masyarakat terhadap penyebaran nyamuk aedes aegypti, masih rendah, dengan melihat masih tingginya permintaan pengasapan (fooging) untuk memberantas nyamuk penyebab DBD.

“Tingginya permintaan masyarakat untuk pengasapan menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat masih rendah (menyangkut DBD dan nyamuk aedes aegypti),” tuturnya.

Oleh karena itu, ia menginstruksikan jajarannya meningkatkan sosialisasi pengetahuan dasar kepada masyarakat terkait penyakit DBD, nyamuk aedes aegypti, juga penyebab dan akibat yang bisa ditimbulkan.

Selain itu, lanjut dia, juga sosialisasi terkait tindakan yang harus dilakukan kalau menemui kasus DBD di keluarganya atau di masyarakat.

“Tingkatkan sinergitas pemkab, pemdes, relawan, antarsatker, TNI dan polri untuk mencegah dan menghadapi DBD,” katanya, menegaskan.

Tidak hanya itu dalam menghadapi kemungkinan virus Zika, ia juga menginstruksikan jajaran pemkab untuk melibatkan organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), media massa dan kelompok-kelompok sosial, para pelajar, mahasisa dan pemuda.

Ia juga menginstruksikan kominfo, humas, radio Malowopati, milik pemkab, agar mendukung kegiatan sosialisasi menghadapi DBD dengan memberikan pendidikan kepada publik.

“Kami juga instruksikan jajaran dinas kesehatan, rumah sakit umum daerah (RSUD) agar terus menerus meningkatkan pendidikan (kepada masyarakat), meningkatkan kesiapsiapsiagaan, dengan langkah “proaktif”,” tandasnya.

Terkait dengan warga yang menderita sakit, ia juga meminta camat di seluruh wilayah setempat untuk mengintensifkan koordinasi dan melakukan gerakan sapa keluarga dengan kasih (sagasih).

“Progam sagasih ini salah satu kebijakan pemkab sebagai wujud kabupaten “welas asih”,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatik (Kominfo) Bojonegoro Kusnandaka Tjatur, menambahkan.
Kegiatan sagasih itu, katanya, dilakukan jajaran kecamatan juga kabupaten dengan pihak terkait untuk mengunjungi warga yang menderita sakit dengan memberikan perhatian, selain melakukan berbagai tindakan yang diperlukan.(*/mcb)

Leave a Comment