Share

Bupati Bojonegoro Instruksikan Waspadai Banjir Gelombang II

Bojonegoro (Media Center) – Kondisi tinggi muka air (TMA) sungai Bengawan Solo yang sejak Jumat (12/2) pukul 06.00 pagi  tadi menujukkan  kenaikan memasuki siaga hijau dan pada sore hari ini sudah mendekati siaga kuning. Diperkirakan, kenaikan TMA ini akan lebih tinggi dan lebih lama dibandingkan hari senin lalu.

Menanggapi kondisi ini, Bupati Bojonegoro, Suyoto menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan utamanya daerah di bantaran sungai Bengawan Solo.

Dalam instruksinya, Suyoto menegaskan agar seluruh camat untuk berada di daerah terdampak di wilayahnya masing-masing dan melakukan pemantaun kondisi TMA sungai Bengawan Solo.

“Diimbau agar masyarakat turut memantau perkembangan Bengawan Solo dan bersiaga,” ujarnya dalam dialog Jumat di Pendopo Malowopati, Jumat (12/2).

Diprediksi, kenaikan TMA Bengawan Solo untuk gelombang kedua ini menyentuh angka 14.80 peilschal (siaga kuning). Hal ini dikarenakan beberapa faktor antara lain kenaikan TMA di daerah hulu seperti di papan duga Karangnongko, Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, yang mencapai ketinggian 27.86 peilschal. Selain itu, di Kabupaten yang berada di hulu Bengawan Solo terus mengalami kenaikan TMA.

“Selain itu kita juga mewaspadai kontribusi hujan lokal yang terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro,” lanjutnya.

Seperti diketahui, selama ini salah satu penyumbang kenaikan TMA sungai Bengawan Solo adalah suplai dari anak –anak sungai Bengawan Solo yang berada di wilayah Bojonegoro dan Tuban. Selain memperhatikan hujan lokal dan ketinggian hulu, satu faktor lain yang harus diperhatikan adalah pasang surut air laut. Pasang air laut ini biasanya dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain bulan mati atau  pergantian bulan, bulan purnama serta akibat peristiwa alam seperti gerhana baik matahari maupun gerhana bulan.

“Camat dan perangkat desa harus mulai menyiagakan dapur komunitas di masing-masing wilayah,” imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun, Dapur Komunitas diwilayah Bojonegoro tersebar di 12 Kecamatan. Dengan rincian Kecamatan Margomulyo 2 titik yakni Desa Ngelo dan Kalangan; Kecamatan Ngraho di Desa Luwihaji dan tapelan; Padangan di Desa Padangan dan Tebon; Kecamatan purwosari di Desa Purwosari; Kecamatan Kalitidu di tiga titik yakni Desa Leran, Mojosari dan Talok.

Dapur komunitas lainnya di Desa Ngablak Kecamatan Dander; Gedung Serbaguna Desa Ledokkulon, Kecamatan Bojonegoro; Desa Trucuk dan taman Ebaga di Kecamatan Trucuk; Desa Bogo, Kecamatan Kapas. Sedangkan untuk Kecamatan Balen terdapat di Desa Sekaran dan Kedungdowo; Kecamatan Kanor ditiga titik yakni Desa Kanor, SDN piyak dan SMKN Kanor. Sedangkan untuk Kecamatan baureno di Desa Kalisari dan Karangdayu.(mcb)

Leave a Comment