Share

Bupati: Bojonegoro Kelola Banjir Tanpa Saling Menyalahkan

Bojonegoro (Media Center) – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto mengatakan dalam mengelola banjir luapan Bengawan Solo dan bandang di daerahnya dilakukan dengan memahami inti masalah, kemudian bekerja keras dan bersama-sama untuk mengantisipasi tanpa saling menyalahkan.

“Sebelum tahun 2009, pemkab gagap, kalang kabut, bingung dalam menghadapi bencana,” katanya dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana seluruh Indonesia di Jakarta, Kamis (25/2) .

Hadir dalam rapat itu antara lain Gubernur Jawa Tengah, dan Walikota Ambon.

:Lebih lanjut ia menjelaskan sebelum 2009 publik selalu panik ketika terjadi banjir. yang kemudian menyalahkan pemkab. Ketika itu, banyak masyarakat yang pasif dan bahkan menjadi peminta. Di lain pihak, muncul para jagoan antara lain seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan partai yang ikut menyalahkan pemkab.

Tidak hanya itu, media massa juga ikut menyalahkan dan resiko kerusakan bencana semakin besar.

“Kondisi saat ini yang ada di Bojonegoro ketika terjadi bencana tetap normal. Masyarakat tetap produktif,” ucapnya.

Hal ini berimbas sehingga membuat publik dan media percaya pada pemerintah serta hampir tidak ada lagi jagoan dan kerugian semakin diminimalisir.

Menurut dia, saat ini, bencana yang ada di Bojonegoro adalah berkah bagi masyarakat.

“Mengapa dikatakan berkah? karena pemerintah Bojonegoro mampu mencari solusi  dengan cara menggauli bencana. Diawali dengan analisis kondisi daerah, kondisi sarana, analisis penganggaran, dan sistem mitigasi bencana yg tepat,” jelasnya.

Ia menambahkan, hal ini telah terbukti dengan analisis world bank dengan study BIGS. Bojonegoro dalam tujuh tahun ini tidak terganggu dengan bencana.(mcb)

Leave a Comment