Share

Bupati Bojonegoro Minta Akademisi Kaji Dana Abadi

Bojonegoro (Media Center) – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto meminta akademisi di Jawa Timur, mengkaji perolehan dana bagi hasil (DBH) migas di daerahnya, yang akan disihkan untuk dijadikan dana abadi.

“Kami minta akademisi di Jawa Timur, melakukan kajian terkait dana abadi, sebab sampai sekarang masih menjadi bahan perdebatan,” katanya, dalam acara Forum Silahturahmi Bidang Kemahasiswaan PTN dan PTS se-Jawa Timur, di Bojonegoro, Senin (14/3).

Menurut dia, kajian akademisi itu terkait dengan belum adanya ketentuan yang mengatur dana abadi perolehan DBH Migas.

“Pendapat yang berkembang bahwa perolehan dana bagi hasil (DBH) migas harus langsung dihabiskan,” tandasnya.

Padahal, menurut dia, potensi migas yang ada di bumi, selain untuk kepentingan sekarang, juga untuk di masa mendatang, untuk kebutuhan anak cucu.

“Porolehan dari hasil migas seharusnya tidak hanya dimanfaatkan sekarang, tapi juga untuk anak cucu,” ucapnya, menegaskan.

Semula, ia memperkirakan perolehan DBH migas di daerahnya bisa mencapai Rp2,6 triliun per tahu, ketika harga minyak dunia mencapai 110 dolar Amerika serikat per barel.

Tetapi, lanjut dia, perolehan DBH migas tahun ini merosot drastis dari target Rp1,5 triliun, pada 2016, berkurang sekitar Rp500 miliar, disebabkan ada penurunan harga minyak dunia hanya sekitar 30 dolar Amerika Serikat per barel.

Pada kesempatan itu, ia menyambut baik rencana PT Negeri dan Swasta se-Jawa Timur, yang akan melaksanakan KKN bersama di seluruh wilayah Jawa Timur.

“Bojonegoro siap dijadikan tempat lokasi KKN bersama mahasiswa PTS dan PTN se-Jatim,” tandasnya.

Di dalam acara yang digelar di Universitas Bojonegoro (Unigoro), juga dihadiri jajaran PT Negeri dan Swasta se-Jawa Timur itu, juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf, yang tampil dalam seminar membahas NKRI.

Ketua Yayasan Suyitno Universitas Bojonegoro (Unigoro) Arief Januarso, S.Sos, Msi, sebelumnya, menjelaskan Unigoro baru saja mendirikan gedung dengan alokasi anggaran Rp850 juta dan dua unit gedung fakultas dengan biaya Rp2 miliar.

Leave a Comment