Share

Bupati Bojonegoro Minta Bappeda Evaluasi Pembangunan

Bojonegoro (Media Center) – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) melakukan evaluasi rencana pembangunan, dengan mengacu hasil penelitian Bank Dunia tentang perkembangan pemberatasan kemiskinan dan ekonomi.

“Saya sudah memerintahkan Bappeda untuk mengevaluasi rencana pembangunan dengan merujuk hasil penelitian bank dunia,” katanya, Minggu.

Menurut dia, evaluasi rencana pembangunan di daerahnya merupakan usaha menyesuaikan dengan hasil penelitian Bank Dunia, karena adanya data dalam pemberantasan kemiskinan melaju cepat, dalam delapan tahun terakhir.

Dari hasil penelitian Bank Dunia, menurut dia, pemberantasan kemiskinan yang bisa melaju dengan cepat, bukan dari sektor migas, tapi dari terciptanya lapangan pekerjaan di berbagai bidang, seperti perhotelan, restoran, juga lainnya.

“Sumbangan lapangan kerja di sektor migas memang ada, tapi hanya sekitar 3 persen,” ucapnya.

Seperti disampaikan juru bicara Bank Dunia Bank Dunia Ruth Nikikuluw bahwa pertumbuhan ekonomi dan pemberatasan kemiskinan di Bojonegoro, melaju pesat dalam 10 tahun terakhir.

“Bojonegoro masuk 10 besar kabupaten di Jawa Timur, yang paling cepat dalam memberantas kemiskinan,” katanya.

Angka rata-rata kemiskinan di Bojonegoro, di bawah tingkat rata-rata kemiskinan di Jawa Timur.

“Angka pertumbuhan ekonomi bergerak positif mulai 2011 lalu,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, angka pertumbuhan ekonomi, juga berada di atas rata-rata Jawa Timur, yang mencapai 14 persen.

Berdasarkan hal itu, menurut dia, Bappeda akan mencoret rencana pembangunan yang tidak layak lagi dilanjutkan, karena sudah tidak relevan dan tetap melanjutkan pembangunan yang masih relevan.

“Saya juga meminta Bappeda menyusun rencana pembangunan baru yang harus dikerjakan di masa mendatang, untuk mempercepat pembangunan ekonomi,” katanya, menegaskan. (sa/mcb).

Leave a Comment