Share

Bupati Bojonegoro Minta Petani Lakukan Uji Tanah

Bojonegoro, 2/11 (Media Center) – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto meminta petani di daerahnya melakukan uji tanah sawahnya untuk mengetahui kondisinya masih “sehat” atau “sakit” sebelum menanam tanaman pertanian.

“Petani harus mampu “berbicara” dengan tanah dengan cara memanfaatkan alat uji tanah agar tahu kondisi tanah sawahnya,” katanya ketika acara penanaman tanaman padi di Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Rabu (2/11}.

Untuk itu, katanya, desa bisa membeli alat uji tanah sederhana yang harganya hanya Rp3,5 juta yang bisa dimanfaatkan petani melalui kelompok tanai.

“Saya minta desa membeli alat uji tanah dengan mengalokasikan di dalam APBDes. Saya kira tidak ada masalah, sebab pembelian alat uji tanah untuk kepentingan petani,” ucapnya menegaskan.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa para petani di daerahnya masih banyak yang tidak memperhatikan kondisi tanah sawahnya, dalam keadaan sehat atau sakit.

Petani hanya mengandalkan selalu memanfaatkan pupuk Urea dengan jumlah banyak agar tanaman padinya cepat tumbuh.”Dengan pupuk Urea banyak memang tanaman padi menjadi cepat tumbuh dan hijau, tetapi akarnya rapuh sehingga mudah roboh,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Nugroho Christijanto, menjelaskan PT Petrokimia mengembangkan teknologi budi daya tanaman padi engan memberikan kawalan lengkap kepada petani.

Pengawalan ini meliputi serangkaian kebutuhan sarana produksi padi seperti benih, pupuk, pembenahan tanah dan pestisida.

“Tidak hanya pupuk, kawalan kami juga meliputi benih, pembenahan tanah dan pengendalian hama,” tuturnya.

Menurut dia, adanya pengembangkan teknologi itu mampu meningkatkan produksi tanaman padi menjadi 8 ton gabah kering giling (GKG) per hektare, bahkan dengan benih padi hibrida yang baru mampu mencapai 12 ton GKG per hektare.

Sebagai usaha mendukung pengembangan teknologi, PT Petrokimia Gresik juga menyediakan mobil layanan alat uji tanah yang dilengkapi laboratorium.

“Mobil layanan alat uji tanah ini bisa dimanfaatkan petani melalui kelompok tani secara gratis,” jelas Manajer Riset Pupuk dan Produk Hayati PT Petrokimia Gresik Nuraini menambahkan.

Di Bojonegoro Nugroho Christijanto yang didampingi jajarannya bersama Bupati Bojonegoro Suyoto dengan jajarannya melakukan tanaman padi yang menjadi percontohan pengembangan teknologi dari PT Petrokimia Gresik. (*/mcb)

Leave a Comment