Share

Bupati Bojonegoro Minta Proyek TBR Bisa Dilaksanakan

Bojonegoro (Media Center) – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, meminta pengembangan proyek migas lapangan Tiung Biru (TBR) di daerahnya bisa dilaksanakan, untuk menghindari memanasnya, kondisi sosial masyarakat, sebelum berakhirnya proyek minyak Blok Cepu, di Kecamatan Gayam.

“Kalau proyek pengembangan migas TBR bisa dilaksanakan, sebelum berakhirnya proyek minyak Blok Cepu, akan memudahkan kondisi yang ada di masyarakat,” katanya, di Bojonegoro, Kamis (6/8).

Ia memperkirakan proyek engineering, procurement, and construction (EPC) Banyu Urip Blok Cepu, berakhir Desember 2015.

“Situasi di masyarakat akan memanas antara Januari-Februari, kalau proyek migas TBR belum berjalan,” katanya, menegaskan.

Alasannya, lanjut dia, akan banyak tenaga kerja di proyek EPC Blok Cepu, yang berakhir kontraknya, menganggur.”Tapi kalau proyek migas TBR bisa berjalan, akan memudahkan semuanya,” tandasnya.

Ia memberikan gambaran pemutusan hubungan kerja (PHK) tenaga keamanan yang dilakukan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dengan cara yang tidak tepat, telah menimbulkan permasalahan baru.

Selain itu, lanjut dia, rencana kepindahan kantor EMCL di Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, ke Cepu, Jawa Tengah, juga akan memicu permasalahan lainnya.

“Kepindahan kantor EMCL ke Cepu, bisa membuat suasana menjadi gaduh dan ribut,” ujarnya, menegaskan.

Seperti diketahui, telah terjadi amuk massa tenaga kerja proyek minyak Blok Cepu, di proyek EPC I di Kecamatan Gayam, 1 Agustus 2015. Akibatnya, sejumlah gedung perkantoran dan sejumlah mobil dirusak massa.

Keributan dipicu sekitar 6.000 tenaga kerja proyek EPC I, dengan pelaksana PT Tripatra-Samsung, Jakarta, akan keluar untuk istirahat siang hanya melalui satu pintu, sedangkan tiga pintu lainnya ditutup. (sa/*mcb).

Leave a Comment