Share

Bupati Bojonegoro Minta SKPD Selesaikan Gejolak “Perengkek”

Bojonegoro (Media Center) – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, meminta satuan perangkat kerja daerah (SKPD) memfasilitasi gejolak “perengkek” atau pengangkut bahan bakar minyak (BBM) sulingan, terkait penertiban yang akan dilakukan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Jawa Tengah.

“Saya perintahkan SKPD terkait untuk memfasilitasi masalah ini,” katanya, di Bojonegoro, Rabu (16/12).

Ia menyatakan hal itu, menanggapi aksi sekitar 200 “perengkek” minyak yang mendatangi Sekretariat Paguyuban Penambang Wonomulyo, di Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, terkait rencana Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, yang akan menertibkan “perengkek”.

Pemkab, katanya, mengajak semua pihak terkait untuk duduk bersama membahas rencana penertiban “perengkek” minyak lapangan sumur minyak tua di daerahnya itu, untuk memperjelas pemahaman.

Ia juga mengatakan pihaknya sudah pernah membicarakan permasalahan lapangan sumur minyak tua dengan SKK Migas dan Dirjen Migas menyangkut berbagai hal, termasuk regulasi.

Sementara itu, Camat Kedewan, Moch. Tarom, melaporkan sweitar 200 “perengkek” minyak mendatangi Sekretariat Paguyuban Penambang Wonomulyo, di Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Rabu (16/12).

“Mereka mengajukan tuntutan agar tidak ditertibkan, karena menyangkut “perut”,” ujarnya.

“Kami akan terus melakukan penertiban dengan cara “persuasif” dulu,” kata “Manager Legal and Relations” Pertamina EP Asset 4 Filed Cepu, Jawa Tengah, Sigit Dwi Aryono.

Menurut dia, penertiban yang dilakukan kepada “perengkek” yang mengangkut minyak mentah atau BBM hasil sulingan secara tradisional sebatas menginggatkan bahwa kegiatan yang dilakukan “ilegal”.

“Operasi penertiban “perengkek” terus berjalan dalam beberapa hari ke depan. Setelah melihat perkembangannya baru kami bahas dengan pihak terkait,” katanya, menegaskan.

Lebih lanjut ia menjelaskan penertiban “perengkek”, yang dilakukan itu, sebagai usaha mencegah BBM sulingan juga minyak mentah dibawa keluar oleh “perengkek”.

“Saat ini ada 504 dapur penyulingan tradisional minyak mentah di lapangan sumur minyak di Kecamatan Kedewan,” jelas dia.

Dalam penertiban itu langsung dilakukan petugas keamanan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Jawa Tengah, namun untuk menghentikan kendaraan sepeda motor “perengkek” dibantu personel Satgas Gabungan Pengamanan obyek Vital.

Dari keterangan yang diperoleh, “perengkek” yang mengangkut BBM sulingan, jumlahnya 356 “perengkek”.

Jumlah BBM sulingan yang dibawa keluar melalui jalan Desa Hargomulyo dan Wonocolo, diperkirakan mencapai 447 barel per hari.

Di lapangan sumur minyak tua di sejumlah desa di Kecamatan Kedewan, dengan jumlah 772 titik sumur minyak lama dan baru, tercatat ada 504 dapur lokasi penyulingan minyak mentah tradisional. (*/mcb)

1 Comment on this Post

  1. Roy Evriyanto

    Ini terjadi di dusun mbayangan di pos perhutani (kemantren) pada tanggal 15 des 2015, sekian saya Roy Evriyanto keponakan dari Siswantono

    Reply

Leave a Comment