Share

Bupati Bojonegoro Minta Warganya Belajar Mengatasi Permasalahan

Bojonegoro (Media Center) – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, meminta warganya bersedia belajar dengan memanfaatkan teknologi informasi (TI) yang sudah berkembang di desanya untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi.

“Warga sekarang bisa belajar dari mana saja untuk mengatasi permasalahannya sendiri. Bisa belajar berbagai pemecahan masalah melalui internet yang sudah berkembang di desa,” katanya, dalam sambutan acara “grand final” lomba kelompok informasi masyarakat (KIM), di Bojonegoro, Kamis (15/10).

Menurut dia, belajar bisa dilakukan dengan berbagai carah, bahkan belajar dari Bangsa Israel.

“Kita selama ini tidak pernah mau belajar dari Bangsa Israel, karena tidak suka. Padahal, dalam pengembangan bidang pertanian bangsa Israel terbaik di dunia, meskipun daerahnya kering,” ucapnya, menegaskan.

Hal itu, katanya, bisa terjadi karena Bangsa Israel, mampu memanfaatkan dan menyimpan air dengan baik untuk kebutuhan areal Pertanian.

Kondisi di Israel itu, katanya, berbeda dengan yang terjadi di Tanah Air, juga daerahnya, dalam mengatasi kesulitan air bersih.

Warga, katanya, warga mberlomba-lomba mencari air dengan berbagai cara, mulai mengebor sedalam-dalamnya, atau memasukkan sumur pompa sedalam-dalamnya.

“Permasalahan pokoknya, ya, karena kita tidak bisa menyimpan air dengan baik, sebab air yang ada di muka bumi ini jumlahnya tetap,” katanya.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Kominfo Bojonegoro Kusnandaka Tjatur, menjelaskan lomba KIM yang digelar ini merupakan usaha mendorong adanya keterbukaan informasi publik di desa.

“Sampai saat ini Bojonegoro sudah memiliki 52 web desa,” ucapnya.

Ia mentargetkan 430 desa/kelurahan di daerahnya sudah memiliki web desa yang melaporkan pemanfaatan anggaran desa, pada 2017.

Keluar sebagai juara pertama dalam “grand final” lomba KIM yaitu KIM Depok dari Desa Klampok, Kecamatan Kapas.

Diurutan kedua KIM Melati Desa Mlaten, Kecamatan Kalitidu, ketiga KIM Tugu Pahlawan Desa Temayang, Kecamatan Temayang, keempat KIM Condro Mowo Desa Megale Kecamatan Kedungadem dan kelima KIM Simbah Gerit Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari. (sa/mcb)

Leave a Comment