Share

Bupati Bojonegoro Optimistis Target Produksi Padi Tercapai

Bojonegoro (Media Center) – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto optimistis target produksi padi di daerahnya yang ditetapkan sebesar 900 ribu ton gabah kering giling (GKG), tahun ini bisa tercapai, tidak terganggu dengan kekeringan yang terjadi di musim kemarau.

“Kami optimistis target produksi tanaman padi tahun ini sebesar 900 ribu ton GKG bisa tercapai, sebab sampai sekarang ini produksi padi di daerah kami sudah mencapai 730 ribu ton GKG,” katanya, ketika panen tanaman padi di Desa Dengok, Kecamatan Padangan, Bojonegoro, Sabtu (29/8).

Dalam panen tanaman padi yang dihadiri Panglima Kodam (Pangdam) V Brawijaya Mayjen TNI Sumardi di desa setempat, ia menyebutkan kekurangan produksi padi dari target tersebut akan dipenuhi dari areal tanaman padi seluas 22.000 hektare, yang saat ini belum panen.

“Kekeringan di musim kemarau tidak mengakibatkan kerugian atas tanaman padi, sebab ada upaya mengamankan produksi tanaman padi dengan berbagai usaha, misalnya, memberikan bantuan pompa air, untuk mengairi tanaman padi petani, ” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan daerahnya sangat siap mendukung swasembada pangan secara Nasional, dengan meningkatkan produksi padi menjadi 1,5 juta ton GKG.

Peningkatan produksi padi itu, lanjut dia, bisa tercapai dengan ketersediaan air yang cukup dari pembangunan Bendung Karangnongko, di Bengawan Solo, dan Waduk Gonseng.

“Kalau Bendung Karangnongko dan Waduk Gonseng bisa terealisasi, maka Bojonegoro akan mampu meningkatkan produksi tanaman padi menjadi 1,5 juta ton GKG,” katanya, menegaskan.

Pada kesempatan itu, Panglima Kodam (Pangdam) V Brawijaya Mayjen TNI Sumardi, menegaskan TNI akan terus mengawal swasembada pangan, mulai tanaman padi, kedelai dan jagung, yang menjadi program Pemerintah.

“Kalau memang dibutuhkan TNI akan ikut terlibat dalam peningkatan pangan lainnya, selain padi, kedelai dan jagung,” katanya, menegaskan.

Lebih lanjut ia menjelaskan swasembada pangan sangat penting bagi Indonesia, agar tidak menjadi negara pengimpor bahan pangan, selain suatu negara yang ketersediaan pangannya habis, akan menjadi lemah.

“Negara lain yang ingin menyerang kita, ya tidak usah menyerang. Dibiarkan saja mati sendiri,” ucapnya. (sa/*mcb)

Leave a Comment