Share

Bupati Bojonegoro Pantau Penyemprotan Hama Wereng Coklat

Bojonegoro, 7/1 (Media Center) – Bupati Bojonegorom Jawa Timur, suyoto memantau penyemprotan insektisida untuk membasmi hama wereng coklat yang menyerang tanaman padi di Desa Prangi, Kecamatan Padangan, Sabtu (7/1).

“Serangan hama wereng coklat akan menyerang tanaman padi sudah kita perkiraan sejak awal,” kata dia di persawahan Desa Prangi, Kecamatan Padangan.

Ia yang berkunjung ke lokasi dengan didampingi Kepala Dinas Pertanian Ahmad Djupari dengan mengendarai kendaraan bermotor roda dua trail, menjelaskan bahwa hama wereng yang menyerang tanaman padi sama dengan kejadian 2011.

Permasalahannya para petani di daerahnya tidak pernah ada yang beralih menanam tanaman selain padi selama setahun.

“Paling tidak petani harus mengistirahatkan tanahnya dengan tidak menanam tanaman padi untuk memutus mata rantai hama wereng,” ujarnya.

Selain itu, Suyoto dengan berkendaraan trail dengan jajarannya juga memantau penyemprotan hama wereng coklat di kecamatan lainnya.

Petugas Pengamat Hama Penyakit Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur di Bojonegoro Aman kepada Bupati Bojonegoro Suyoto, menjelaskan diketahui adanya tanaman padi yang diserang hama wereng coklat di desa setempat diketahui pekan lalu.

Akibat serangan hama wereng coklat itu, lanjut dia, sebagian tanaman padi menjadi kerdil, selain kemungkinan produksi juga turun sekitar 20 persen.

“Ya kalau biasanya produksinya 8 ton gabah kering panen (GKP) per hektare bisa jadi hanya tinggal 6 ton GKP per hektare,” timpal Suyoto.

Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Akhmad Djupari menyebutkan serangan hama wereng terdeteksi melanda sekitar 1.200 hektare tanaman padi di Kecamatan Sukosewu, Padangan, Balen, Sum berrejo, Kapas dan Kano.

Dengan adanya serangan hama wereng itu, lanjut dia, penanganan yang harus dilakukan dengan cara membasmi dengan obat iksektisida.

“Kami menyediakan obat iksektisida pembasmi hama wereng yang bisa diambil petani secara gratis,” jelas dia.

Ia menambahkan kalau memang obat insektida yang tersedia habis akan diusulkan untuk mendapatkan bantuan dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur. (*/mcb)

Leave a Comment