Share

Bupati Bojonegoro: “Saat Minum Jus di Pesawat, Ternyata Itu Jambu dari Bojonegoro”

Kita harus bisa menjadikan jambu merah produk Bojonegoro ada di mana-mana.

Bojonegoro (Media Center) – “Kita harus bisa menjadikan jambu merah produk Bojonegoro ada di mana-mana. Misalnya, ada pertemuan di Jakarta, di pesawat terbang atau di tempat lainnya ketika ada orang minum juice jambu ternyata jambunya asal Bojonegoro,” kata Bupati Bojonegoro, Jatim, Drs H Suyoto MSi, Rabu (15/1/2014).

Suyoto mentargetkan daerahnya bisa menjadi pemasok jambu merah ke berbagai daerah di Indonesia  sebagai penunjang lumbung pangan nasional.

Mengenai target tersebut juga selalu disampaikan ke berbagai lapisan masyarakat baik dalam pertemuan dalam Mimbar Jumat di pendopo pemkab setempat juga di berbagai kesempatan lainnya.”Kita harus bisa mewujudkan mimpi kita ini secara nyata,” katanya, menegaskan.

Sebagai usaha merealisasikan target tersebut, sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Akhmad Djupari, Pemerintaj Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mentargetkan akan membagikan benih jambu merah kepada berbagai lapisan masyarakat sebanyak 250 ribu benih jambu merah.

Untuk itu, jelas Djupari, Pemkab telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp6 miliar di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014 yang akan dimanfaatkan untuk melakukan pembelian bibit tanaman jambu merah dan pupuk.”Cara pembelian benih tanaman jambu merah dengan sistem lelang dengan spesifikasi tertentu,” jelasnya.

Mengenai realisasinya, lanjut dia, tahap merealiasikan pengembangan tanaman jambu merah masih dalam proses pendataan warga yang bersedia dengan sunguh-sunguh mengembangkan tanaman jambu merah di atas tanahnya sendiri bukan tanah desa.

Ia menyebutkan  jumlah tanaman jambu merah yang akan diberikan secara gratis kepada warga bergantung luas tanah yang dimiliki dengan perhitungan rata-rata 400 pohon/hektare.

Ditanya mengenai tanah yang cocok untuk tanaman jambu merah, ia menyebutkan jambu merah cocok di tanam di tanah jenis ‘aluvial’ dan ‘letosol’ yang lokasinya merata di Bojonegoro.

“Tanaman jambu merah cocok di tanah yang berpasir yang lokasinya tidak hanya di sepanjang Bengawan Solo juga di wilayah selatan,” tambahnya.

“Sepanjang pola penanamannya dan perawatan benar, maka jambu merah  berumur sekitar 1 tahun sudah bisa berbuah,” jelas seorang petani jambu merah getas di Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro Ali Fitron (55), menambahkan. (samcb)

Leave a Comment