Share

Bupati Bojonegoro Sambang Desa di Sumberagung

Bojonegoro, Media Center – Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah melakukan sambang desa di Desa Sumberagung, Kecamatan Kepohbaru, Selasa (19/3/2019) malam, untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Kegiatan rutin ini dihadiri kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Forkompimcam, kepala desa dan warga.

Banyak aspirasi yang disampaikan warga kepada bupati perempuan pertama Bojonegoro tersebut. Mulai dari infrastruktur, pertanian dan saluran pengairan. Semua dijawab langsung Bupati Anna, dan Kepala OPD terkait.

Bu Anna, sapaan akrabnya, menyampaikan, banyak hal yang harus rampungkan oleh pemerintah kabupaten. Semua, itu tentunya tidak dapat berjalan dengan baik tanpa dukungan dan kesabaran dari masyarakat.

“Kalau bapak dan ibu usulannya mau cepet terwujud ya harus taat aturan. Saya tidak hanya menangani satu masalah tetapi ada banyak yang harus saya rampungkan,” ujar Bu Anna di hadapan ratusan warga yang hadir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina marga, Nur Sujito menjelaskan, mulai pada tahun 2019-2020 sudah masuk beberapa catatan pada kecamatan Kepohbaru terkait infrastruktur jalan raya. Sejumlah titik menjadi perhatian yaitu jalur Baureno-kepohbaru, Drokilo-Kepohbaru dan wilayah sekitar Kepohbaru.

Pemerintah Bojonegoro, lanjut Nur Sujito, telah menganggarkan sebesar Rp 90 miliar dari APBD. Anggaran tersebut akan dibagi sesuai titik yang diperlukan.

“Proyek ini mulai digarap tahun 2020,” ucap Nur Sujito memberikan penjelasan kepada warga.

Dijelaskan, tahap pertama yang akan digarap jalur Baureno-Kepohbaru sepanjang 10 Km. Diperkirakan memakan biaya sebesar Rp40 miliar.

“Kita harapkan anggaran Rp90 miliar ini mencukupi seluruh titik yang harus digarap di Kepohbaru”, ucapnya.

Mas Nur sapaan akrabnya, menambahkan bagi masyarakat yang berniat mengusulkan perbaikan infrastruktur bisa melalui pemerintah desa dengan menggunakan rincian data gambar, luas, tingkat kerusakan yang harus digarap.

“Semua data yang diusulkan kepada kami harus jelas dan tertulis secara rinci,” pesannya.

Mengenai bidang pertanian, Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, Ahmad Djupari menghimbau agar petani memperhatikan cuaca dan jumlah air yang tersedia untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

“Petani harus cerdas memilih tumbuhan yang akan ditanam. Misalnya saat kemarau tidak bisa menanam padi namun bisa menanam tembakau untuk menghindari gagal panen dan mendapatkan hasil panen yang maksimal ditumbuhan lainnya,” imbuhnya.

Perbaikan saluran pengairan untuk pertanian terus dilakukan agar petani mudah mendapat air untuk pertaniannya. Selian itu juga untuk kebutuhan air minum warga, perusahaan daerah air minum (PDAM) selalu turun ke lapangan untuk melakukan survei dan pendataan.(Alfan/MCB)

Leave a Comment