Share

Bupati Bojonegoro Tandatangani Nota Kesepahaman Jargas Rumah Tangga

Bojonegoro, Media Center – Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah bersama 17 Bupati/walikota melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tentang Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi Melalui Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga, Rabu (13/3/2019).

Bupati Anna menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan alokasi jargas rumah tangga untuk Bojonegoro. Menurut dia, adanya jargas ini akan mempermudah masyarakatnya memenuhi kebutuhan energi setiap harinya.

“Jadi nantinya masyarakat tidak perlu keluar rumah membeli LPG. Ini nanti kan seperti PDAM disalurkan ke rumah-rumah, ada meterannya,” tuturnya dikonfirmasi melalui Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Bojongoro, Heru Sugiarto, Kamis (14/3/2019).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto mengatakan pentingnya proses pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga akan berdampak langsung kepada masyarakat. Sehingga perlu dukungan Pemerintah Kabupaten/Kota setempat.

“Kami harap Bupati dan Wali Kota membantu mempermudah perizinannya,” pesannya.

Jargas merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Hal itu sesuai Perpres No. 3 tahun 2016 jo Perpres No. 56 tahun 2018 serta diterbitkannya Perpres No. 6 Tahun 2019 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi Melalui Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Bumi Untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil.

Sekjen Kementerian ESDM Ego Syahrial menjelaskan persyaratan suatu daerah dapat dibangun jargas yaitu memiliki atau dekat dengan sumber gas, tersedia infrastruktur penyaluran gas bumi dan ketersediaan pasar atau pelanggan.

Untuk diketahui, Ditjen Migas telah melaksanakan pembangunan jargas sejak tahun 2009 sampai dengan tahun 2018 dengan jumlah sambungan sebesar 352.852 Sambungan Rumah.

Untuk tahun 2019 ini, Kementerian ESDM akan melaksanakan pembangunan jargas untuk rumah tangga sebanyak 78.216 SR di 18 lokasi. Yaitu, Kabupaten Bojonegoro (4000 SR), Kabupaten Aceh Utara (5.000 SR), Kota Dumai (4.300 SR), Kota Jambi (2.000), Kota Palembang (6.000 SR), Kota Depok (6.230 SR), Kota Bekasi (6.720 SR), Kabupaten Karawang (2.681 SR), Kabupaten Purwakarta (3.765 SR), Kabupaten Cirebon, (6.520 SR), Kabupaten Lamongan (4.000 SR).

Selain itu, Kota Mojokerto (4.000 SR), Kabupaten Mojokerto (4.000 SR), Kabupaten Pasuruan (4.000 SR), Kabupaten Probolinggo (4.000 SR), Kabupaten Banggai (4.000 SR), Kabupaten Wajo (2.000 SR) dan Kutai Kartanegara (5.000 SR), dibantu PT. Pertamina (Persero) melalui anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk.(Dwi)

Leave a Comment