Share

Bupati Bojonegoro Tegaskan Pembentukan Dana Abadi Terus Berjalan

Bojonegoro (Media Center) – Bupati Bojonegoro, Suyoto, menegaskan, proses pembentukan dana abadi akan jalan terus, terlebih Menteri Keuangan sudah menyetujui.

Suyoto menyatakan, sejak awal Pemkab setempat berpikir kebutuhan Bojonegoro tidak akan pernah tercukupi, namun dana migas harus disisihkan karena juga menjadi hak anak cucu.

“Kita tidak boleh egois,” ujarnya kepada KanalBojonegoro, Senin (13/6).

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah, Ibnu Suyuti, mengatakan, pada awal April 2016 lalu, Kemenkeu telah melayangkan surat yang isinya memperbolehkan adanya dana abadi migas. Surat tersebut ditandatangani Dirjen Perimbangan Daerah.

“Dengan adanya keputusan Kemenkeu tersebut, Pemkab langsung menindaklanjuti dengan mempersiapkan semua tekhnisnya,” tegas Ibnu.

Saat ini, pola yang diusulkan adalah dana abadi dimasukkan dalam pos pembiayaan dengan pengeluaran investasi jangka panjang. Tapi sifatnya nonpermanen.

“Pengelola dana abadi harus lembaga khusus seperti badan layanan umum daerah. Tapi masih dalam pertimbangan,” ungkapnya.

Sebagian dana, akan diinvestasikan untuk sumber daya manusia (SDM). Sementara, dana abadi ini ditargetkan pada tahun 2035 nanti nilainya mencapai Rp10 triliun dengan pola tiap tahun dimulai 2016 ini disisihkan Rp500 miliar.

“Mulai tahun ini disisihkan Rp500 miliar,” imbuhnya.

Sedangkan, untuk pengelolaan dana abadi, akan dimasukkan ke APBD di pos pembiayaan. Dengan pengeluaran investasi jangka panjang tapi non permanen, serta membentuk lembaga yang tepat guna.

“Seperti Badan Layanan Umum Daerah,” tukasnya.

Saat ini, Pemkab akan terus mendorong dan mematangkan rencana pembentukan dana abadi. Dan berharap, dana abadi bisa segera diperdakan supaya bisa terlaksana.(dwi/mcb)

Leave a Comment