Share

Bupati Bojonegoro Umumkan  Padi Tahan Banjir

Bojonegoro (Media Center) – Bupati Bojonegoro, Jatim, Suyoto mengumumkan  padi tahan banjir usai meresmikan  “Cyber Extension” di Desa Duwel, Kecamaan Kedungadem, berdasarkan informasi melalui teleconference” dengan pakar pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Ini merupakan kabar gembira ternyata ada padi yang tahan banjir. “Klelep (terendam) air banjir selama dua pekan masih bisa bertahan hidup,” katanya, dalam acara “teleconference” dengan pakar pertanian di IPB, Senin (6/1/2014).

Ia menyatakan hal itu, setelah mengajukan pertanyaan kepada pakar pertanian di IPB, di antaranya,  Prof Mulatno dan Dr. Anas D. Susila, melalui “teleconference” di Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem.

Selain dengan pakar pertanian di IPB,  “teleconference” juga melibatkan peternak sapi Onggole yang lokasinya di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo dan petani belimbing di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu. 

Dalam “teleconference” itu, Ketua Peternak Sapi Lembu Seto di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo Agus Purnomo juga sempat mengajukan pertanyaan bagaimana caranya agar sapi bisa beranak dua kali dalam setahun.

“Yang jelas para petani harus mampu menguasai teknologi informasi (TI) sebagai usaha meningkatkan produksi pertaniannya,” kata Suyoto.

Dalam acara itu, Suyoto, didampingi Deputi Menko Bidang Perekonomian Diah Maulida, Deputi EGM Divisi Costomer service Timur PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (PT Telkom) Nugroho Bagio, perwakilan IPB juga undangan lainnya termasuk anggota Komisi I DPR RI M. Nadjib yang sebelumnya melakukan panen raya bawang merah di desa setempat.

“Kami optimistis Bojonegoro akan mampu menjadi penyumbang pangan nasional di bidang bawang merah,” kata Diah Maulida dan Bagio, yang dimintai tanggapan oleh Suyoto dalam acara itu. (samcb)

Leave a Comment