Share

Bupati Instruksikan Camat Selalu Waspada Banjir

Bojonegoro (Media Center) – Bupati Bojonegoro , Jawa Timur (Jatim), menginstruksikan seluruh camat di daerah yang dilalui Bengawan Solo meningkatkan kewaspadaan dengan pertimbangan air Bengawan Solo cenderung naik.

“Bupati Bojonegoro Suyoto sudah menginstruksikan seluruh camat yang daerahnya menjadi langganan banjir Bengawan Solo tetap waspada,” agar secepatnya melapor kalau di daerahnya terjadi kondisi yang bersifat darurat,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemkab Bojonegoro Kusnandaka Tjatur.

Sesuai data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, ketinggian air Bengawan Solo pada papan duga di Bojonegoro mencapai 15,05 centimeter, Minggu pukul 09.00 WIB.”Air di Bojonegoro rata-rata naik sekitar 5 centimeter per jamnya,” jelas Sekretaris BPBD Pemkab Bojonegoro MZ. Budi Mulyono, menambahkan.

Sementara itu, ketinggian air Bengawan Solo di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer dari Kota Bojonegoro, turun menjadi 29,11 meter (siaga I), Minggu pukul 09.00 WIB.

Kusnandaka juga menjelaskan Bupati Bojonegoro Suyoto juga sudah menginstruksikan kepada Camat Kecamatan Kota untuk mengkoordinasikan penutupan “doorlats” atau pintu lintas penduduk yang dibuat dengan menjebol tanggul segera ditutup.

“Penutupan “doorlats” dilakukan dengan mempertimbangkan air di Bojonegoro sudah di atas 15,00 meter, sebagai upaya agar air tidak meluber ke wilayah perkotaan,” jelasnya.

Ia menyebutkan saat ini proses penutupan “doorlats” sedang dilakukan yang lokasinya di sedikitnya 80 lokasi, mulai Kelurahan Jetak, Desa Kauman, Ledokkulon, Banjarjo, dan Kelurahan Karangpacar.

Mengenai naiknya air sungai terpanjang di Jawa di daerahnya itu, Kusnandaka menjelaskan pengaruh banjir kiriman dari Ngawi, Madiun dan Ponorogo.’Sejauh ini tidak ada laporan Bengawan Solo di daerah hulu Jawa Tengah terjadi banjir, sehingga banjir di daerah hilir Jatim di Bojonegoro tidak terlalu besar,” ujarnya.

Pemkab, katanya, pada musim banjir tahun ini juga mempersiapkan taman evakuasi bahagia (T Ebaga) di Kecamatan Trucuk, yang mampu menampung pengungsi korban banjir luapan Bengawan Solo dengan jumlah sekitar 300 kepala keluarga (KK).

“BPBD juga membuat pusat pengendali operasi yang melibatkan berbagai instansi terkait sebagai usaha mengantisipasi ancaman banjir,” jelasnya. (samcb)

Leave a Comment