Share

Bupati Suyoto Minta PKL Taat Aturan

Bojonegoro (Media Center) – Sebanyak 65 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di seputaran alun-alun kota Bojonegoro, Jawa Timur, meminta kepada Bupati Suyoto supaya tidak dilakukan penggusuran.

Ketua Paguyuban PKL Alun-alun, Rudi Wiyanto, mengatakan, penggusuran yang akan dilakukan oleh Pemkab melalui Satpol PP terkesan tidak memihak pada rakyat kecil. Hal ini dikarenakan, selama bertahun-tahun mereka mendapatkan nafkah dari berjualan.

“Kami dapat nafkah itu drai jualan, lha kalau digusur mau makan apa anak istri saya dan pedagang lainnya,” ujarnya.

Dia bahkan mempertanyakan, alasan Pemkab melarang persewaan motor cross mini yang selama ini sudah mendapatkan banyak pelanggan. Apabila semua digusur, akan menjadi masalah dan konflik oleh pedagang.

“Bagaimana ini Kang Yoto? beri kami solusi, jangan asal gusur saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Suyoto, mengatakan, apabila fungsi alun-alun adalah sebagai sarana edukasi, ruang terbuka hijau, olahraga, sosial dan upacara kenegaraan. Bahkan, hasil dari korespondensi sebanyak 400 warga sekitar meminta supaya alun-alun menjadi bersih tanpa ada gangguan.

“Saya sudah kasih waktu, tapi bukan berarti kesempatan jualan diberikan selamanya,” tegasnya.

Bupati Suyoto menekankan, jangan sampai masing-masing pihak mengutamakan egoisme masing-masing. Karena, apabila itu diterapkan, bukan tidak mungkin akan terjadi bentrok antara satpol PP sebagai penegak Perda dan PKL yang tidak mau memahami fungsi alun-alun sebenarnya.

“Mari kita duduk bersama untuk mencari solusi, jangan menggunakan amarah,” tutupnya.(dwi/*mcb)

Leave a Comment