Share

Bus Bojonegoro – Surabaya Mogok Lagi, Penumpang Mengeluh

Awak bus jurusan Bojonegoro-Surabaya kembali menggelar aksi mogok, Selasa (4/3/2014). Hal ini membuat para penumpang menggunakan mobil penumpang umum (MPU) di terminal Rajekwesi Bojonegoro. Tak hanya harus menunggu MPU penuh, mereka juga mengeluhkan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan yang hampir dua kali lipat dibanding jika naik bus.

Bojonegoro (Media Center) – Awak bus jurusan Bojonegoro-Surabaya kembali menggelar aksi mogok, Selasa (4/3/2014). Hal ini membuat para penumpang menggunakan mobil penumpang umum (MPU) di terminal Rajekwesi Bojonegoro. Tak hanya harus menunggu MPU penuh, mereka juga mengeluhkan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan yang hampir dua kali lipat dibanding jika naik bus.

Masruroh, salah satu penumpang asal Gresik ini mengaku tidak tahu jika ada aksi mogok, sehingga bus dengan trayek Bojonegoro – Surabaya dan sebaliknya tidak beroperasi. Karena urusan pekerjaan ia harus ke Bojonegoro dan segera kembali ke Gresik.

“Tadi saat dari Gresik ke Bojonegoro juga tidak ada bus, jadi terpaksa naik bus Semarang sampai Babat, lalu naik elf,” ujarnya saat menunggu keberangkatan MPU.

Para penumpang juga mengeluhkan tingginya biaya yang dikeluarkan untuk menuju ke Surabaya. Karena tarif untuk kendaraan insidentil ini dipatok sebesar Rp30.000 sekali jalan. “Jauh dekat tetap Rp30.000,” keluhnya.

Penumpang lain, Niken juga mengeluhkan karena aksi mogok awak bus Surabaya – Bojonegoro karena harus menunggu hingga angkutan penuh. “Kalau bus berangkat sesuai jadwalnya, kalau MPU seperti ini ‘ngetem’nya lama,” ujarnya.

Para penumpang berharap agar segera ada tindakan dari pemerintah agar aksi mogok awak bus Surabaya – Bojonegoro tidak terus-terusan melakukan aksi mogok. “Kalau mogok terus seperti ini juga penumpang ikut susah,” tutupnya.(lyamcb)

Leave a Comment