Share

Calon Haji Meninggal Bojonegoro Bukan Tragedi Mina

Bojonegoro (Media Center) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, memastikan satu calon jemaah haji asal daerahnya yang meninggal di Tanah Suci dengan nama Jari (68), warga Desa Prigi, Kecamatan Kanor, bukan karena tragedi mina, tapi meninggal karena sakit.

“Tidak ada calon haji Bojonegoro yang menjadi korban tragedi di Mina,” kata Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Bojonegoro Wachid Priyono, Jumat (25/9).

Ia menyatakan hal itu, menanggapi pertanyaan menyangkut rombongan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, ke Rumah Sakit Al-Jisr, dimana ada berupa selendang bertuliskan Safara Tour and Travel Bojonegoro.

”Jadi, sekali lagi tidak ada jemaah asal Bojonegoro, yang menjadi korban tragedi di Mina,” ucapnya, menegaskan.

Ia menambahkan, jika ada tulisan tour dan travel, dipastikan itu bukan jamaah haji regular, tetapi lewat jamaah Ongkos Naik Haji plus. Koordinasinya bisa lewat biro-biro jasa dan tidak lewat jasa perjalanan.

Wahid Priyanto mengatakan, ada dua jamaah haji asal Bojonegoro yang meninggal dunia karena sakit. Pertama, yaitu atas nama Suyadi, asal Kecamatan Kepohbaru yang meninggal dua pekan lalu. Kemudian, jamaah kedua bernama Jari, asal Kecamatan Kanor, akibat sakit.

Pemilik Safara “Tour and Travel” Bojonegoro Rochmat Alif Hidayat, menjelaskan perusahaannya tidak memberangkatkan calon haji pada musim haji tahun ini, karena perusahaannya hanya menangani tur domestik.

“Perusahaan saya menangani tur domestik, misalnya, tour ke Bali, atau obyek wisata lainnya di Indonesia. Saya tidak pernah memberangkatkan calon haji atau umrah,” katanya.

Ia mengaku kedua orang tuanya juga mertuanya berangkat haji pada musim haji tahun ini dari Bojonegoro.

“Kedua orang tua saya dan mertua tidak membawa selendang “Safara Tour and Travel Bojonegoro. Saya sudah menerima telepon dari orang tua dan mertua dari Tanah Suci, yang mengkhabarkan selamat,” ucapnya. (ja/mcb)

Leave a Comment