Share

Cegah Penyebaran Corona, Wisata di Bojonegoro Siapkan Tempat Cuci Tangan

Bojonegoro, Media Center – Sejumlah tempat wisata di Kabupaten Bojonegoro telah melakukan persiapan untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Salah satunya adalah menyiapkan beberapa tempat cuci tangan di lokasi wisata.

“Kita tidak tutup. Sementara kita siapkan tempat cuci tangan,” ujar Didik Priyono, pengelola Wisata Atas Angin Bukit Cinta Desa Deling, Kecamatan Sekar, dikonfirmasi Senin (16/3/2020).

Ada enam tempat cuci tangan yang disiapkan di wisata di wilayah selatan tersebut – Atas Angin. Pertama dekat parkiran, pintu masuk dan keluar, serta di atas bukit cinta.

“Selain itu kita juga membuat himbauan larangan berjabat tangan maupun bersentuhan,” pungkasnya.

Wisata Atas Angin dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Wisata ini menyajikan pemandangan alam yang menakjubkan. Setiap hari libur, wisata ini banyak dikunjungi pasangan muda-mudi dari dalam dan luar Bojonegoro.

Hal sama juga dipersiapkan di Agrowisata Belimbing Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu. Di tempat ini, pihak pengelola telah menyediakan empat tempat cuci tangan baru.

“Sudah kita sediakan. untuk antisepticnya di pintu masuk,” sambung Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Ringinrejo, Priyo Sulistiyo

Disamping itu, pihaknya juga sudah mengimbau kepada para pedagang untuk mempersiapkan tempat cuci tangan di lapaknya masing masing.

“Rencana besok kita gerak serentak untuk mempersiapkan kekuranganya,” pungkasnya.

Agrowisata Belimbing Ngringinrejo ini memiliki luas 20 hektar, dengan jumlah 10.800 pohon belimbing, yang dimiliki 108 petani.

Di Agrowisata ini pengunjung dapat memetik langsung Belimbing di kebun. Jumlah pengunjung wisata ini terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Pada 2015 lalu, jumlah pengunjung sebanyak 111.020 orang, tahun 2016 meningkat 137.824 orang, tahun 2017 meningkat lagi sebanyak 145.712 orang, tahun 2018 sampai bulan Juni sebanyak 99.610 orang, dan tahun 2019 sebanyak 136.712 orang.

Sebelumnya, Bupati Anna Muawanah telah mengeluarkan instruksi Nomor 2 Tahun 2020 tentang Kejadian Luar Biasa (KLB) Non Alam dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Virus Corona atau Covid-19 tertanggal 15 Maret 2020.

Ada empat poin penting dalam instruksi tersebut, salah satunya menginstruksikan kepada Satpol PP untuk melakukan pembatasan interaksi masyarakat baik di luar ruangan ataupun di dalam ruangan bila berjumlah besar (keramaian, hiburan, kegiatan agama dan sejenisnya) yang dikoordinasikan dengan aparat keamanan.(Dwi)

Leave a Comment