Share

Coblos Ulang, TPS Sukorejo Bojonegoro Sediakan Hadiah Rp1,8 Juta

Hadiah yang disediakan bagi warga yang datang mencoblos merupakan honor petugas KPPS

Bojonegoro (Media Center) – Tempat pemungutan suara (TPS) 14 di Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), menyediakan hadiah senilai Rp1,8 juta untuk menarik minat warga datang mencoblos ulang dalam pemilu 2014, Minggu (13/4).

“Hadiah yang disediakan bagi warga yang datang mencoblos merupakan honor petugas KPPS,” kata Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 14 Desa Sukorejo, Kecamatan Kota, Chumaidi, di sela-sela pelaksanaan coblosan di TPS setempat.

Di lokasi TPS, berbagai hadiah yang disediakan, mulai kompor gas, payung, dandang, panci, wajan, juga berbagai hadiah lainnya. “Hadiah diundi setelah rekapitulasi selesai. Coblosan yang pertama juga disediakan hadiah senilai Rp1,6 juta,” jelasnya.

Ia memperkirakan tingkat kehadiran warga di TPS 14 untuk mencoblos ulang lebih dari 60 persen dari jumlah hak pilih sebanyak 430 pemilih. Di TPS setempat, katanya, kesalahan yang terjadi yaitu ada sebanyak 25 surat suara caleg DPRD Kabupaten dapil II yang masuk di TPS setempat.

Enam TPS di Bojonegoro yang melaksanakan pencoblosan ulang yaitu TPS 14 Desa Sukorejo, TPS 9 Desa Pacul, TPS 1 dan 6 Kelurahan Ledokkulon, TPS 5 Kelurahan Jetak, dan TPS 13 Kelurahan Karangpacar, semuanya di Kecamatan Kota, yang masuk dapil I. “Minat warga datang ke enam TPS cukup bagus. Tadi saya barusan keliling melakukan pengecekan,” kata Kapolsek Kecamatan Kota, Kompol. Suroto, menegaskan.

Lebih lanjut ia menjelaskan petugas yang ditempatkan untuk mengamankan pencoblosan ulang di lima TPS di Kecamatan Kota, jumlahnya masing-masing tujuh personel kepolisian resor (polres) dibantu dua linmas/TPS. “Hanya khusus di TPS 5 Kelurahan Jetak, ditempatkan 12 personel polres dan dua linmas, sebab paling rawan,” ujarnya.

Di TPS 5 Kelurahan Jetak, paling rawan disebabkan ketika diketahui ada surat suara caleg DPRD Kabupaten dapil lain masuk ke TPS setempat dalam pencoblosan yang pertama 9 April lalu, sempat terjadi ketegangan berbagai pihak yang terlibat dalam pemilu.

“Yang jelas sampai saat ini tidak ada gangguan keamanan dalam pelaksanaan pencoblosan di enam TPS,” ucapnya, menegaskan. (**/mcb)

Leave a Comment