Share

Cuaca Ekstrim, Waspada Sambaran Petir

Petir yang terjadi pada Selasa (16/3/2014) memakan korban jiwa. Lasirin (52), warga desa Mlaten, Kecamatan kalitidu tewas dengan luka bakar di bagian pinggul akibat tersambar petir. Menanggapi hal ini, pihak BPBD berupaya menyebarkan imbauan seluas-luasnya agar masyarakat lebih waspada dan hati-hati.

Bojonegoro (Media Center) – Cuaca ekstrim dan hujan yang hampir terjadi setiap hari di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur rupanya tak boleh disepelekan begitu saja. Tak hanya hujan yang kadang dibarengi dengan angin kencang, akhir-akhir ini intensitas petir cenderung tinggi.

Hujan yang disertai petir ini seringkali terjadi pada sore hari. Jika hal ini terjadi, warga diimbau agar berlindung di dalam rumah. “Namun jika sedang berada diluar ruangan agar segera berteduh namun jangan ┬átepat di bawah pohon,” ujar MZ. Budi Mulyono, sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Rabu (19/3/2014).

Masyarakat harus ekstra waspada karena perubahan cuaca di Bojonegoro cukup ekstrim. “Pagi cerah, siang hari panas lalu tiba-tiba sore hujan dan banyak petir menyambar,” lanjut Budi.

Bahkan, Petir yang terjadi pada Selasa (16/3/2014) memakan korban jiwa. Lasirin (52), warga desa Mlaten, Kecamatan kalitidu tewas dengan luka bakar di bagian pinggul akibat tersambar petir. Menanggapi hal ini, pihak BPBD berupaya menyebarkan imbauan seluas-luasnya agar masyarakat lebih waspada dan hati-hati.

“Kondisi alam tak bisa dirubah, namun masyarakat bisa waspada dan berhati-hati agar tak menambah korban jiwa,” pungkasnya. (lyamcb)

Leave a Comment