Share

Cuaca Menjadi Sebab Mundurnya Puncak Produksi Lapangan Banyuurip

Bupati yang akrab disapa Kang Yoto ini menyatakan, laporan yang diterima terkait masalah teknis di Blok cepu adalah perihal cuaca. Ia pun tak menyanggah bahwa puncak produksi Blok Cepu sebanyak 165.000 barel per hari mundur menjadi sekitar Juli 2015, dari rencana semula di akhir 2014.

Bojonegoro (Media Center) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, telah melakukan berbagai upaya guna mendukung percepatan puncak produksi minyak bumi dan gas (migas) di lapangan Banyuurip, Blok Cepu, Bojonegoro. Hal ini agar proyek nasional ini bisa berjalan sesuai target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Bupati Bojonegoro, Suyoto, mengatakan, pihaknya telah melakukan beberapa kali pertemuan dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) serta operator Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL) untuk membahas hal-hal tekhnis yang menghambat.

“Karena selama ini yang terjadi adalah masalah teknis saja,” ungkap Suyoto.

Bupati yang akrab disapa Kang Yoto ini menyatakan, laporan yang diterima terkait masalah teknis di Blok cepu adalah perihal cuaca. Ia pun tak menyanggah bahwa puncak produksi Blok Cepu sebanyak 165.000 barel per hari mundur menjadi sekitar Juli 2015, dari rencana semula di akhir 2014.

“Tidak usah didesak pun secara otomatis baik operator dan kontraktor akan mengejar pekerjaan sesuai target,” pungkasnya. (**mcb )

Leave a Comment