Share

DAK Disdikda Bojonegoro 2014, Fokus Pengadaan Buku

Berdasarkan kebijakan Petnujuk Teknis (juknis), DAK Disdik Bojonegoro pada tahun ini akan diprioritaskan untuk pengadaan buku pelajaran dengan sasaran kelas I,II, IV, dan V Sekolah Dasar (SD) serta sebagai dana pembiayaan implementasi kurikulum 2013.

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro telah mengajukan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2014 sebesar Rp 17,6 Miliar dalam APBD Bojonegoro. Dana tersebut berasal dari APBN dan APBD Bojonegoro sebesar 10%.

Berdasarkan kebijakan Petnujuk Teknis (juknis), DAK Disdik Bojonegoro pada tahun ini akan diprioritaskan untuk pengadaan buku pelajaran dengan sasaran kelas I,II, IV, dan V Sekolah Dasar (SD) serta sebagai dana pembiayaan implementasi kurikulum 2013.

Meski telah diajukan, namun Anggaran yang akan digunakan untuk mendukung implementasi kurikulum 2013 belum bisa terealisasikan. Menyusul, Juknis DAK untuk pos tersebut ini belum ada. “Kemungkinan untuk pos tersebut baru akan diterima dalam perubahan APBD 2014 nanti,” ujar Kabid TK/SD Disdik Bojonegoro, Abdul Aziz

Sebelumnya pada anggaran 2013, DAK telah digunakan untuk rehab gedung sekolah dan pengadaan alat peraga, sehingga kedua hal tersebut tidak dimasukkan dalam DAK 2014. Meski demikian, Abdul Aziz mengaku tetap akan mengajukan rehabilitasi gedung sekolah pada P-ABD 2014 mendatang.

“Untuk rehabilitasi ruang yang mengalami rusak sedang, pada tahun lalu belum terserap sepenuhnya, sehingga diajukan kembali pada P-APBD 2014 sebesar Rp 3,7 Miliar,” tambahnya. Abdul Aziz mengaku masih terdapat kendala administrasi terkait pelaksanaan program yang menggunakan DAK.

“Seperti untuk rehab yang belum seluruhnya terserap, lebih disebabkan karena menunggu juknis yang selalu terlambat. Hal itu membuat waktu pengerjaaannya mepet,” tambahnya. Selain itu, ia juga menyatakan bahwa DAK 2014 ini baru bisa digunakan pada semester II. Termasuk untuk pengadaan buku, hal itu disebabkan karena DAK 2014 baru akan cair saat P-APBD pertengahan tahun ini.

Mengantisipasi kebutuhan tersebut, pihak Disdik mengaku menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pengadaan buku pada semester I. “Besaran dana BOS yang kita apakai adalah 5%, kekurangannya diambilkan dari dana dekonsentrasi dari pusat yang diserahkan pada provinsi,” pungkasnya. (lyamcb)

Leave a Comment