Share

Dari 3 Ekor Sapi Bantuan Hingga Pupuk Organik, Napis Menuju Desa Sapi

Bojonegoro (Media Center) – Program sapi pejantan lokal (PO) bantuan Bank Indonesia (BI) untuk Koperasi Serba Usaha (KSU) Lembu Seto di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro mulai berkembang.

Ketua KSU Lembu Seto, Agus Purnomo, mengungkapkan, dari lima sapi pejantan bantuan BI, dua diantaranya telah dikelola anggota KSU Lembu Seto di Dusun Tawaran, sedangkan tiga lainnya dikelola KSU.

“Sengaja yang dua kita taruh di Tawaran agar membantu peternak disana untuk mengawinkan sapinya. Karena dusun itu terpencil dan sulit dijangkau,” kata Agus.

Program bantuan tersebut, dirasa sangat membantu peternak di desa setempat. Sebab mereka tak lagi kesulitan untuk mengawinkan ternaknya.

Hingga saat ini, sapi-sapi pejantan bantuan itu telah mengawini 200 sapi betina lokal milik peternak. Bahkan 90 sapi betina diantaranya sudah beranak. “Tingkat keberhasilannya 90 persen. Jadi hanya butuh satu kali kawin saja,” sergah Agus.

Ia menyebutkan, peningkatan populasi di tempatnya, dapat menjadikan sapi sebagai ikon Desa Napis. “Ini sesuai kultur masyarakat disini. Karena banyak warga yang memelihara sapi lokal. Jadi harapan kita depan, kalau ingin mendapatkan sapi lokal yang dituju pertama kali Desa Napis,” tutur Agus.

Selain melalui program bantuan, pihak KSU Lembu Seto juga melakukan usaha pembelian sapi pejantan lokal. “Kami membeli pejantan yang berusia antara 1 sampai 2 tahun untuk digemukan kemudian dijual lagi,” tambahnya.

Usaha yang dilakukan koperasi yang berdiri sejak Tahun 2011 lalu itu, mendapat keuntungan yang lumayan dari usaha KSU yang beranggotakan 117 peternak. “Karena dalam waktu tidak sampai 10 hari, sapi sudah dijual lagi,” jelas Agus.

Dia mengungkapkan, dengan waktu tiga sampai 10 hari itu keuntungan yang didapat antara Rp300 sampai 400 ribu. Dari keuntungan itu dipotong biaya pakan tenaga setiap hari 15 ribu. Dengan jumlah tenga perawatan sebanyak tiga orang.

“Jadi keuntungan bersihnya ya rata-rata sekitar Rp 300ribu-an,” sergahnya. Sebagai Kandang Percontohan, KSU Lembu Seto juga mengolah pakan ternak alternatif dari limbah pertanian. Tak hanya itu, saat ini pihaknya telah mengembangkan usaha pengolahan kotoran sapi menjadi bio gas dan pupuk organik.

Bahkan pupuk organik produksi KSU Lembu Seto telah dipasarkan kepada petani di Desa Napis dan sekitarnya. “Satu bulan kita bisa memproduksi 300 sampai 400 sak. Tapi kalau permintaan banyak, kita akan meminta bantuan anggota karena mereka sudah mendapat pelatihan,” pungkasnya. (numcb)

Leave a Comment