Share

Darurat Longsong Dicabut, Kedung Maor Masih Tertutup

Bojonegoro, 27/4 (Media Center) – Danau dan air terjun di lokasi wisata Kedung Maor di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, Jawa Timur, rusak parah. Sekitar empat hektare lahan di areal wisata milik Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro, tertimbun longsor, yang terjadi 1 April 2017 silam.

Meski Pemerintah Bojonegoro dan Perhutani sudah mencabut status darurat longsor, tetapi, kondisinya belum memungkinkan untuk dikunjungi. Pemerintah Bojonegoro masih menata areal longsor, terutama aliran sungai penghubung air terjun dan danau.

”Masih menunggu Pemerintah Bojonegoro, ditata ulang,” ujar Kepala KPH Bojonegoro Daniel Budi Cahyono, Selasa (25/4).

Menurut Daniel, Pemerintah Bojonegoro telah mencabut status darurat bencana longsor di kawasan Kedung Maor—terhitung sejak terjadi bencana 1 April hingga 10 April 2017. Penetapan darurat bencana longsor dilakukan, mengingat tanah di kiri-kanan di Kedung Maor rawan bergerak. Perhutani juga berupaya mengukur ulang area tanah wisata. Terutama lahan milik Perhutani di wisata Kedung Maor dengan tanah perkampungan di sekitarnya.

Air terjun dan danau Kedung Maor, jadi andalan pariwisata baru. Tempat favorit melepas kepenatan anak-anak muda dan tentu juga bagi para petualang. Lokasinya di areal hutan jati dan menjadi salah satu paket kunjungan wisata lokal yang dikemas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro.

Kepala Desa Kedung Sumber, Kardi mengatakan, sekarang ini pariwisata di Kedung Maor tertutup untuk jangka waktu tertentu. Alasannya, masih ada pengerjaan pengerukan tanah, di sekitar lokasi danau dan air terjun.

”Selain itu, rawan longsor,” ujarnya.

Dia berharap, wisata di desanya itu cepat selesai ditata ulang.

”Ekonomi desa bisa dinamis, dengan adanya pariwisata,” imbuhnya.

Seperti diketahui wisata air terjun Kedung Maor di Desa Kedung Sumber, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, longsor pada Sabtu dinihari, 1 April 2017. Menyusul hujan deras di Bojonegoro bagian selatan, di Kecamatan Temayang, Gondang, dan Dander. Akibatnya, tanah area hutan bergerak dan longsor menimbun sungai dan danau di Kedung Maor.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bojonegoro bekerja sama dengan ahli dari Sekolah Tinggi Energi Mineral (STEM) Migas Cepu menyebutkan ada kenaikan permukaan dasar sungai setinggi 7 meter sepanjang 250 meter. Akibatnya, terjadi patahan tanah lokal di sekitar wisata Kedung Maor.(mcb)

Leave a Comment