Share

DB di Bojonegoro Capai 45 Kasus di Januari 2019

Bojonegoro, 17/1/2019 (Media Center) – Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro mencatat, sejak tanggal 1 hingga 11 Januari 2019 ada sebanyak 45 kasus Demam Berdarah (DB) dan 1 diantaranya meninggal dunia.

Kepala Seksi Penyakit Menular, Dr Wheny Diah, mengungkapkan, masyarakat harus meningkatkan upaya pencegahan perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti  betina yang menyebabkan Demam Berdarah.

“Apalagi, kesadaran masyarakat dalam kebersihan lingkungan masih sangat minim membuat kasus demam berdarah terus meningkat,” ujar wanita berkacamata minus ini, Kamis (17/1/2019).

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak mengandalkan fogging yang mengandung racun. Selama ini, fogging selalu diandalkan ketika ada yang terserang demam berdarah. Padahal, pemberantasan berupa pengasapan ini hanya membunuh nyamuk tapi tidak bisa membunuh jentik atau telur-telur nyamuk.

“Yang terpenting, sekarang ini bagaimana kita bisa melakukan pencegahan,” tukasnya.

Pencegahan yang selama ini terus digencarkan kepada masyarakat adalah dengan tiga langkah pencegahan (3MPlus) yakni, menguras dan menutup tempat penampungan air, memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas.

“Jangan salah, justru fogging itu sebenarnya berbahaya bagi kesehatan. Apalagi jika menempel di dinding, maka bisa bertahan sampai 30 tahun. Bisa memicu penyakit kanker,” tandas Wheny mengingatkan.(*dwi/mcb)

Leave a Comment