Share

DBH MIgas Turun, Pembangunan Jembatan Trucuk Ditunda

Bojonegoro (Media Center) – Rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan antara Kecamatan Trucuk dan Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro belum bisa terealisasi. Hal ini disebabkan adanya penyesuaian Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro akibat penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas.

Tak hanya jembatan Trucuk, rencananya Pemkab Bojonegoro juga merumuskan pembangunan jembatan yang membelah sungai Bengawan Solo yang menghubungkan Kecamatan Kanor, Bojonegoro dengan Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Bojonegoro, Andi Tjandra, menyampaikan, jembatan ini segera dibangun untuk memberikan akses yang memadai bagi warga untuk beraktifitas sehari-hari.

“Selama ini masyarakat masih menggunakan perahu untuk sarana penyeberangan,” ujarnya, Jumat (13/5).

Untuk membangun jembatan Trucuk, Pemkab Bojonegoro membutuhkan anggaran sebesar Rp54 miliar.  Namun,  pelaksanaan pembangunan terpaksa ditunda, meski telah dilakukan perencanaan kontruksi. “Dari pada nanti gagal bayar, sementara dipending dulu meskipun sudah memasuki tahap perencanaan kontruksi,” kata Andi Tjandra.

Sementara itu, untuk pembangunan Jembatan Kanor, biaya yang akan digunakan berasal dari Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban, dan Pemprov Jawa Timur lantaran menghubungkan antara dua kabupaten.

“Untuk pembangunan jembatan Kanor Rengel Tuban itu kira-kira butuh Rp60 milliar,” ungkap Andi Tjandra.(dwi/mcb)

Leave a Comment