Share

Debit Air Bengawan Solo Masih Mencukupi

Bojonegoro (Media Center) – Debit air sungai Bengawan Solo di daerah hilir Bojonegoro, Jawa Timur, masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air irigasi pertanian terutama tanaman padi, di sepanjang daerah bantaran dengan memanfaatkan mesin pompa.

Kasi Operasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Mucharom, Selasa (18/8), mengatakan, belum menerima laporan ada petani di sepanjang daerah bantaran yang kesulitan memperoleh air Bengawan Solo untuk mengairi tanaman padi.

“Kami sampai hari ini tidak menerima laporan ada petani yang tanaman padinya, mengalami kekeringan, karena tidak bisa memperoleh air Bengawan Solo,” jelasnya.

Saat ini, katanya, debit air sungai terpanjang di Jawa di daerah setempat masih mencukupi untuk mencukupi kebutuhan air irigasi pertanian padi di sejumlah kecamatan mulai Margomulyo, di wilayah barat sampai di Kecamatan Baureno, di wilayah timur.

“Hanya saja kami tidak tahu berapa debit yang mengalir di Bengawan Solo, sebab pola pengeluaran air masih ditangani Balai Besar Bengawan Solo di Solo, Jawa Tengah, baik yang ada di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah, juga di Bendung Gerak di Bojonegoro,” paparnya.

Data di Dinas Pertanian Bojonegoro, di sepanjang daerah bantaran mulai Kecamatan Margomulyo, Padangan, Kalitidu, Trucuk, sampai di Kecamatan Baureno, luas areal tanaman padi mencapai 15.000 hektare, di setiap musim tanam.

Petani di sepanjang bantaran Bengawan Solo bekerja sama dengan pengusaha pompa untuk memperoleh air Bengawan Solo, dengan sistem bagi hasil untuk petani 75-80 persen dan pengusaha 20-25 persen. (sa/mcb).

Leave a Comment