Share

Dekati Puncak Arus Mudik, Jalur Bojonegoro – Ngawi Macet

Bojonegoro (Media Center) – Jalur Bojonegoro – Ngawi tepatnya mulai depan Rumah Sakit Padangan sampai traffic light terjadi kemacaten sejak pagi sekira pukul 09.00 WIB hingga sore, Kamis (9/7/2016). Penumpukan kendaraan terjadi hingga sepanjang sekira dua kilo meter itu didominasi kendaraan roda empat dari arah selatan yang ingin memasuki Bojonegoro.

Kendaraan berpelat nomor luar daerah tersebut diperkirakan berasal dari sejumlah kabupaten di Jawa Timur seperti Ngawi, Madiun, dan Ponorogo.

“Saya pulang dari Madiun mau balik ke Surabaya,” kata Romli salah satu pemudik yang terjebak macet kepada suarabanyuurip.com.

Macetnya jalur Bojonegoro – Ngawi di wilayah Padangan ini selain disebabkan oleh banyaknya kendaraan yang masuk ke Bojonegoro, juga akibat adanya perlintasan rel kereta api ganda (double track) yang berada dekat dengan traffic light di perempatan Padangan.

Sehingga ketika kereta api melintas setiap lima belas menit sekali pengendara harus menunggu. Akibatnya terjadi penumpukan kendaraan.

“Saya pilih lewat sini karena ini jalur  alternatif untuk sampai Surabaya lebih cepat,” ucap Romli.

Berbeda dengan Romli. Warga Desa Cendono, Kecamatan Padangan, Kadar Wiyoto mengungkapkan, kemacetan di jalur ini telah terjadi sejak Kamis (8/7) kemarin malam. Penumpukan kendaraan juga terjadi mulai Rumah Makan Sumriwing hingga perempatan Desa Banjarjo.

“Kemarin malam sudah macet. Saya keluar dari rumah mau ke Banjarjo harus menempuh waktu hampir satu jam. Padahal jika normal hanya lima belas menit,” kata Kadar, menjelaskan.

Pantauan suarabanyuurip.com, untuk membantu mengurai penumpukan kendaraan ini Polsek Padangan menerjunkan sejumlah personilnya di sejumlah titik. Mereka juga dibantu oleh petugas perlindungan masyarakat (Linmas) dan penjaga perlintasan kereta api.

“Hari mulai memasuki puncak arus mudi. Kita sudah mengantisipasi dengan melakukan buka tutup untuk kendaraan dari arah yang berlawanan agar kemacetan tidak panjang,” tegas Kapolsek Padangan Kompol Eko Dani saat terjun membantu mengatur lalu lintas. (dwi/mcb)

Leave a Comment