Share

Demo Naker Proyek Banyuurip Sudah Tertangani

Bojonegoro (Media Center) – Unjuk rasa ribuan tenaga kerja di proyek engineering, procurement and constructions (EPC) – 1 Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2014), dapat terkendali.

Massa yang sebelumnya melakukan pengerusakan sejumlah fasilitas dan pembakaran mobil skuriti akhirnya membubarkan diri setelah puas melampiaskan kekesalannya. Aksi di dalam obyek vital milik negara itu diduga dipicu oleh terlambatnya jam makan sian yang diberikan kontraktor ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), PT. Tripatra Engineers & Constructors, pelaksana proyek EPC- 1 Banyuurip.

Amuk ribuan tenaga kerja poyek ini sempat mengundang perhatian Bupati Bojonegoro, Suyoto. Bersama Sekretaris Kabupaten (Sekkab), Suhadi Moeljono dan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agus Supriyanto langsung datang ke lokasi.

Mereka melakukan pertemuan tertutup dengan manajemen Tripatra, perwakilan pekerja dan EMCL di salah satu ruangan di dalam lokasi proyek. Pertemuan berlangsung sekira setengah jam. Setelah itu rombongan kembali dan tiga pleton aparat kepolisian didatangkan ke lokasi untuk mengamankan aksi.

Sesuai rilis resmi dari EMCL, insiden tersebut terkait dengan sekuriti terjadi di area kerja EPC 1 Proyek Banyu Urip. Mereka adalah pekerja subkontraktor yang dipekerjakan melalui Tripatra-Samsung, kontraktor EPC 1. Demo terjadi karena pekerja tidak diperbolehkan meninggalkan area kerja lebih cepat saat makan siang.

Beberapa pekerja menjadi marah dan situasi memuncak dan menyebabkan kerusakan kepada bangunan dan kendaraan.

“Saat ini situasi sudah tertangani. Kami sedang berkoordinasi denganTripatra-Samsung, kontraktor EPC1 dan pihak pemerintah untuk menangani situasi ini,” kata Erwin Maryoto, Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia melalui siaran persnya.

“Keselamatan pekerja dan fasilitas kita adalah prioritas utama kita. Sebagai langkah pencegahan, kita telah mengurangi produksi di area yang terdampak,” lanjut Erwin.

Dari pantauan, sekarang ini lokasi proyek EPC- 1 Banyuurip lengang. Tak ada aktifitas pekerja. Hanya terlihat sejumlah sekuriti membersihkan sisa amuk massa naker proyek.(dwi/*mcb)

Leave a Comment