Share

Dengan Sinergi, Dampak Bencana Cepat Tertangani

Bojonegoro, Media Center – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro telah melakukan penanganan dampak bencana angin kencang di wilayahnya secara cepat dan tepat.

Seperti yang terjadi pada, Minggu (8/12/2019) kemarin, penanganan dilakukan secara sinergi melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Damkar, Polres, dan Kodim. Petugas langsung mengevakuasi sejumlah pohon tumbang di beberapa ruas jalan protokol, dan melakukan pendataan dampak angin kencang di sejumlah wilayah.

“Petugas langsung gerak cepat. Memotongi dan mengevakuasi pohon tumbang agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Nurul Azizah, Senin (9/12/2019).

Untuk mengantisipasi pohon tumbang ini, lanjut Nurul, telah memerintah kepada DLH Bojonegoro melakukan pemangkasan pohon yang dianggar rawan roboh.

“Sudah kita perintahkan, dan sekarang terus dilakukan,” tandasnya.

Sesuai data BPBD Bojonegoro, akibat hujan deras disertai angin kencang kemarin, terdapat 18 pohon penghijauan tumbang. Diantaranya di Jalan Panglima Sudirman, Untung Suropati, Jalan Trunojoyo, Jalan Mastrip, Jalan KH Agus Salim, Jalan KH Masyur, Jalan MH Thamrin Gg Mawar, dan Jalan MH Thamrin Gg Tegalluwung.

Selain itu empat rumah di Jalan Mastrip rusak ringan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kejadian serupa juga terjadi di Kecamatan Ngasem. Satu rumah milik Lasir, Warga Dusun Bandungrejo RT 16 RW 08 Desa Bandungrejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro tersambar petir. Akibat tersambar petir itu, atap rumah dan instalasi listrik alami kerusakan.

Di Kecamatan Kalitidu, angin puting beliung terjadi di tiga desa, yakni Desa Grebegan, Desa Sumengko dan Desa Wotanngare. Sedikitnya ada 11 rumah warga dan puskesmas mengalami kerusakan ringan. Satu orang mengalami luka-luka dan mendapat perawatan di puskesmas setempat.

Di Kecamatan Sekar, terdapat 27 rumah rusak ringan, rumah miring dan Kandang Sapi. Selain itu, tiang listrik roboh di Dusun Ngubalan. Pohon tumbang juga terjadi di Desa Growok Kecamatan Dander.

Kemudian, di Kecamatan Kedungadem terdapat satu rumah roboh dengan takfsir kerugian Rp 300 juta. Dampak lainnya, open tembakau roboh dengan tafsir kerugian Rp50 juta,

“Kami himbau masyarakat tetap waspada, karena hujan disertai angin kencang masih akan terus berlangsung,” ujarnya.(Dwi)

Leave a Comment