Share

Desainer Eko Tjandra Promosikan Batik Jonegoroan Ke Kancah Internasional

Bojonegoro, 3/6 (Media Center) – Desainer asal Bojonegoro, Jawa Timur, Eko Tjandra mengatakan dalam berkarya tidak hanya mempromosikan batik Jonegoroan asal daerahnya, tapi juga batik dari berbagai daerah di Tanah Air ke kancah Internasional.

“Sebagai anak daerah (Bojonegoro) saya juga tidak pernah melupakan hasil karya Bojonegoro,” kata dia dalam perbincangan dengan detakpos di Bojonegoro, Minggu (2/6).

Ia mencontohkan salah satu karyanya berupa dress dari batik Jonegoroan dengan motif Tengul dikenakan Miss Universe 2017 yaitu Demi-Leigh Nel-Peters dari Afrika Selatan.”Tenun Jonegoroan pernah saya promosikan di Washington DC,” ucapnya menegaskan.

Selain itu, karyanya dress batik Bojonegoro pernah dikenakan Puteri Indonesia 2018 Sonia Fergina Citra dan mantan Bupati Bojonegoro Suyoto dan Istri Ny. Mahfudhoh Suyoto juga pernah mengenakan “dress painting” Jonegoroan.

“Saya memperkenalkan batik Jonegoroan termasuk tenun sejak 2015,” katanya seraya menambahkan dalam menekuni kariernya itu memanfaatkan “brand Olanye by Eko Tjandra, sedangkan boutige dan workshop lokasinya di Jakarta.

Terkait fashion show di Yogyakarta sehari lalu, menurut dia, ada sekmen berbeda yang pertama di Yogya City Mall mengambil tema umum, delapan “outfitt evening gown” dengan tema “Marifosa Verde”.

Sedangkan show yang kedua bekerja sama dengan tenun dan batik Riau dengan label Nizwa by Eko Tjandra tema Seroja Raya mengangkat tenun Riau dan soft launching batik khas Riau dengan motif Bunga Seroja.

“Ada 12 “outfitt” yang kesemuanya bertemakan busana “ready to wear”, ucapnya menegaskan.

Dalam kegiatan di Yogyakarta itu, ia mentargetkan bisa membangun pasar, sekaligus memperkenalkan tenun dan batik Riau kepada masyarakat di luar Riau. Tampil juga di Yogyakarta Desainer Bojonegoro Ny. Herlina dari Happy Gallery.

“Saya sudah 10 tahun di Jakarta,” ucap alumnus SMKN 1 Bojonegoro itu.

Dosen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” (UPNV) Yogyakarta Dr. Sri Suryaningsum mengapreasiasi karya desainer asal Bojonegoro yang mampu mengangkat potensi lokal daerahnya ke kancah Internasional.

“Desainer Bojonegoro dengan hasil karyanya mampu berbicara tidak hanya nasional, tapi juga Internasional. Itu positif karena bisa mendorong meningkatkan pertumbuhan kerajinan batik daerah setempat,” kata dia menegaskan. (*/mcb)

Leave a Comment