Share

Dinas ESDM Jatim Dukung Bojonegoro “Geoheritage”

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, mendukung kebijakan Bupati Bojonegoro Suyoto, yang mendorong daerahnya menjadi kawasan geoheritage atau wisata alam geologi dan geopark atau taman bumi.

“Kami sangat mendukung greget Bapak Bupati Bojonegoro, Suyoto, yang ingin menjadikan daerahnya sebagai kawasan geoheritage dan geopark,” kata Kepala Bidang Geologi Dinas ESDM Pemprov Jawa Timur, Kukuh sudjatmiko, Rabu (12/8).

Ditemui sebelum acara workshop kawasan lindung geologi dan geologi tata lingkungan di Bakorwil Bojonegoro, ia menjelaskan gagasan menjadikan Bojonegoro geoheritage dan geopark itu, juga akan dikembangkan di daerah lainnya di Jawa Timur.

Untuk itu, katanya, ESDM di delapan kabupaten dan enam kota, hari ini diundang untuk memperoleh penjelasan soal pengembangan “geoheritage dan “geopark” dari Tim UPN Yogyakarta.

“Kami mengharapkan daerah lainnya di Jawa Timur, yang memiliki potensi menjadikan daerahnya menjadi geoheritage dan geopark ikut tergerak,” katanya, ketika ditemui kanalbojonegoro.com.

Salah satu Tim UPN Veteran Yogyakarta, Dr.Ir.Jatmika Setiawan, MT, menjelaskan menjadikan Bojonegoro menjadi wisata alam geoheritage,  tingkat nasional maupun Internasional, membutuhkan waktu dua tahun.

Menurut dia, Bojonegoro memiliki banyak potensi sebagai wisata alam geoheritage, salah satunya Kayangan Api, yang memiliki api abadi.

“Kayangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, bisa masuk geoheritage setelah memperoleh penetapan dari Badan Geologi Kementerian ESDM,” jelas dosen jurusan teknik geologi di UPN Yogyakarta itu.

Yang jelas, katanya, UPN Yogyakarta, sudah menjalin nota kesepahaman dengan pemkab dalam mengembangkan Bojonegoro, sebagai wisata alam geoheritage dan geopark.

“Pengembangan Bojonegoro menjadi geopark bisa cepat, kalau sudah ada penetapan Bojonegoro menjadi geoheritage,” tandasnya. (sa/*mcb).

Leave a Comment