Share

Dinas Pengairan Bojonegoro Minta Petani Buat Pernyataan

Bojonegoro, 7/8 (Media Center) – Dinas Pengairan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta petani melalui Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) di sepanjang daerah irigasi Waduk Pacal membuat surat pernyataan tidak menanam padi musim kemarau (MK) II.

“Sudah ada sejumlah HIPPA dari 34 HIPPA di sepanjang daerah irigasi Waduk Pacal yang sudah membuat surat pernyataan tidak akan menanam padi lagi pada musim tanam (MT) kemarau sekarang ini,” kata Kasi Pengelolaan Pemanfaatan Sumber Air Dinas Pengairan Bojonegoro Dodi Sigit Wijaya, di Bojonegoro, Minggu (7/8).

Surat pernyataan yang ditandatangani Ketua HIPPA itu, lanjut dia, dibuat di atas kertas bermeterai. Di dalam surat pernyataan itu kalau ada petani yang menanam tanaman padi pada MK II (Agustus-Oktober) maka menjadi tanggung jawabnya sendiri.

“Petani tidak bisa menuntut kepada siapa saja termasuk kepada dinas pengairan,” katanya menegaskan.

Masih di dalam surat pernyataan itu, katanya, petani akan menanam tanaman palawija termasuk di dalamnya tanaman tembakau.

Berdasarkan data ketinggian air pada papan duga di Waduk Pacal mencapai 113,49 meter dengan tampungan air efektif 17,3 juta meter kubik, pada awal Agustus ini.

Menurut dia, stok air di Waduk Pacal di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, yang masih tersedia itu sebenarnya masih aman untuk mengairi tanaman padi di sepanjang daerah irigasinya di sejumlah kecamatan.

Waduk Pacal yang dibangun Belanda pada 1933 memiliki daerah irigasi pertanian seluas 16.688 hektare di sejumlah desa di Kecamatan Sukosewu, Balen, Kapas, Sumberrejo, Kepohbaru, dan Baureno.

“Tapi kami tidak mau mengambil resiko ada tanaman padi gagal panen,” ucapnya menegaskan. (*/mcb)

Leave a Comment