Share

Dinas Perdagangan Terapkan Siatem e-Nguwasi Pasar untuk Tingkatkan PAD

Bojonegoro, Media Center – Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menerapkan sistem e-Nguwasi Pasar untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Tahun ini, target PAD mencapai Rp4,685 miliar dari sewa dan retribusi pasar.

“Dinas Perdagangan dituntut untuk berinovasi dalam pencapaian target PAD seperti sewa dan retribusi Pasar,” kata Kepala Bidang Pasar, Yudistira, Rabu (22/5/2019).

Target pendapatan sewa dan retribusi  tersebut berasal dari  11 Pasar Daerah yang meliputi Pasar Kota, Banjarejo, pasar Rojokoyo, Pasar Padangan, Malo, Kalitidu, Dander, Sugihwaras, Kedungadem, Sroyo dan Kanor. Jumlah pedagang pasar daerah saat ini 3.998  pedagang yang sifatnya permanen meliputi toko, bidak, dan Los. Sedangkan untuk pedagang Lesehan yang sifatnya tidak permanen berjumlah kurang lebih 2.250.

“Dengan e-Nguwasi pasar ini, diharapkan bisa mempermudah metode penarikan sewa dan retribusinya,” tegasnya.

Nguwasi Pasar adalah sebuah inovasi metode Pemungutan sewa dan retribusi Pasar dengan transaksi elektronik. Sehingga dari menjamin transparansi pelaporan dan kecepatan penyetoran ke Kas Daerah.

Untuk prosedurnya, Dinas Perdagangan bekerjasama dengan Bank Jatim untuk penyediaan barcode dan internet banking. Dari masing-masing pasar tidak perlu setor ke Bojonegoro, tapi cukup scan barcode rekening penerimaan Dinas Perdagangan saja.

“Uang hasil pungutan sewa dan retribusi sudah langsung masuk rekening Kas Daerah,” tegasnya.

Untuk penerimaan saat ini masih sekitar Rp 1,2 miliar karena tarif sewa masih dilakukan appraisal oleh Tim Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Jadi dilakukan pemutakhiran data dan penyesuaian tarif sewa.

“Tapi prinsipnya tidak memberatkan pedagang dan bisa dibayar harian, dan kami optimis di akhir semester satu ini target tercapai,” pungkasnya. (Rin/NN)

Leave a Comment