Share

Dinas Pertanian Bojonegoro Perkirakan Harga Gabah Naik

Bojonegoro, 24/7 (Media Center) – Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memperkirakan harga gabah ketika panen tanaman padi pada Agustus di sepanjang bantaran Bengawan Solo bisa mencapai Rp4.800 per kilogram gabah kering panen (GKP).

“Panen tanaman padi di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo bisa lebih tinggi dibandingkan haga gabah sekarang, sebab tidak banyak tanaman padi panen,” kata Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Akhmad Djupari, di Bojonegoro, Minggu (24/7).

Ia menyebutkan tanaman padi yang tertanam di sepanjang DAS Bengawan Solo di sejumlah kecamatan, seperti Kecamatan Kalitidu, Kota, Trucuk, juga kecamatan lainnya, yang ditanam Mei sekitar 9.000 hektare.

“Tanaman padi di DAS Bengawan Solo dengan sistem pompanisasi itu akan mulai panen Agustus, Sepetember dan Oktober,” katanya menegaskan.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, katanya, harga gabah panenan tanaman padi sekarang ini untuk kualitas bawah berkisar Rp3.400-Rp3.500 per kilogram GKP, dan kualitas sedang berkisar Rp3.550-Rp3.600 per kilogram GKP.

“Ada gabah dengan kualitas terbaik harganya berkisar Rp3.700-Rp3.800 per kilogram GKP,” jelas dia.

Menurut dia, panen tanaman padi musim kemarau (MK) I dengan luas mencapai 43.000 hektare sudah terpanen sekitar 50 persen.

“Panen tanaman padi akan habis dalam sepekan ini,” tandasnya.

Dari keterangan yang diperoleh menyebutkan tanaman padi di Desa Klampok, Pohbogo, juga desa lainnya di Kecamatan Kapas, mengalami penurunan produksi sekitar 20 persen dibandingkan dengan panen normal.

“Dampak serangan hama wereng menurunkan produksi tanaman padi sekitar 20 persen,” ucap seorang petani Desa Pohbogo, Kecamatan Kapas, Kadir, dibenarkan sejumlah petani lainnya. (*/mcb)

Leave a Comment