Share

Dinas Pertanian-TIRTA Gelar Lokakarya Penggunaan Surfaktan

Bojonegoro, 14/2 (Media Center) – Dinas Pertanian Bojonegoro, Jawa Timur, bekerja sama dengan “Tertiary Irrigation Technical Assistance” (TIRTA) menggelar lokakarya penggunaan Surfaktan untuk meningkatkan efektivitas pestisida pada budidaya padi, Rabu (14/2).

Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Akhmad Djupari, menjelaskan mengenai tren penggunaan pestisida berbasis kimia yang semakin meningkat.

Untuk itu, lanjut dia, langkah yang perlu diambil untuk memastikan efisiensi dan efektivitas dari penggunaan pesitisida.

Hal ini menggingat penggunaan pestisida yang berlebihan tidak hanya meningkatkan pengeluaran petani, namun juga menimbuilkan dampak yang negatif terhadap lingkungan.

Menurut dia, dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman mendorong petani memprioritaskan penggunaan agens hayati.

Namun jika pengendalian tersebut sudah tidak mampu petani bisa memilih pestisida berlabel hijau yang aman dan ramah lingkungan.

“Saya menigmbau pelaku usaha di bidang pestisida agar tidak menjual produk, tetapi juga melakukan demplot bekerja sama dengan kelompok tani sebagai bentuk edukasi kepada petani,” kata dia menjelaskan.

Selain itu, mengingat banyak petani menanam komoditas holtikultura dan palawija saya harapkan petani menyesuaian dengan keadaan alam terutama ketersediaan air dan permintaan pasar agar petani mendapat harga bagus.

Tampil sebagai pembicara Senior Bisnis “Consultant” (SBC) TIRTA Albert Tanrian, dengan materi optimalisasi pelayanan irigasi dan praktisi Surfaktan Riki Rivaldi. Selain itu tampil sebagai nara sumber Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Fanani Zaenal.

“Melalui workshop ini, PPL diharapkan dapat lebih memahami manfaat dari penggunaan surfaktan terhadap komoditas padi,” kata Tim “Leader” TIRTA Nasir Ahmed.

TIRTA merupakan program kerjasama antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR).

Lokakarya diikuti 155 petugas penyuluh lapangan (PPL) Dinas Pertanian Bojonegoro, selain itu juga dihadiri perwakilan beberapa perusahaan yang bergerak di bidang pestisida dan surfaktan. (*/mcb)

Leave a Comment