Share

Dinkes Bojonegoro Imbau Agar Warga Tak Anti-Vaksin

Bojonegoro, 24/8 (Media Center) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro mengimbau agar warga dan para orang tua tak menjadi Anti Vaksin. Hal ini menyusul keluarnya maklumat Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai status kehalalan vaksin Measles-Rubella (MR) yang baru-baru ini keluar.

“Memang dalam prosesnya, pembuatan vaksin menggunakan enzim babi. Namun, kandungan babi sudah tak ditemui di hasil akhir produknya,” terang Kepala Bidan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Bojonegoro, Totok Ismanto pada kanalbojonegoro.com, Jumat (24/8).

Dengan hasil ini, lanjut Totok, MUI menyatakan vaksin MR adalah Mubah (boleh) karena saat ini dalam kondisi darurat demi mencegah kembali mewabahnya penyakit campak dan Rubella yang angkanya masih tinggi di Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun kanalbojonegoro.com, di Indonesia dalam periode 2010 -2015 ada 23.164 kasus campak dan 30.463 kasus Rubella.

“Jadi selama belum ditemukan vaksin dengan bahan yang halal, vaksin MR saat ini dianjurkan untuk digunakan. Karena membuat vaksin ini kan butuh waktu yang tak sebentar,” lanjut Totok.

Hingga saat ini, capaian respon cepat imunisasi serentak (ORI) MR di Bojonegoro yang dilaksanakan tahun 2017 lalu telah mencapai 99 persen. Sementara itu, imunisasi MR saat ini bisa didapatkan di seluruh puskesmas di Bojonegoro.

“Vaksin MR ini menggantikan vaksim tunggal campak yang termasuk dalam imunisasi dasar lengkap,” pungkasnya.(*lya/mcb)

Leave a Comment