Share

Dinkes Bojonegoro Ingatkan Dampak Seks Bebas Pada Remaja

Bojonegoro, 11/5 (Media Center) – Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoto, Jawa Timur, mencatat, jumlah ibu melahirkan di luar nikah dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan. 

Tercatat pada tahun 2014 sebanyak 28 kasus, tahun 2015 sebanyak 19 kasus dan pada tahun 2016 meningkat sebanyak 69 kasus. Hal ini harus menjadi perhatian serius oleh berbagai pihak.

“Bukan menurun, justru semakin meningkat,” ujar kepala bidang kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan Bojonegoro Hernowo pada kanalbojonegoro.com, Rabu (10/5).

Hernowo menjelaskan, kasus hamil di luar nikah ini banyak terjadi diduga akibat kemajuan teknologi, dengan kemudahan mengakses konten dewasa melalui internet. 

“Karena itulah, banyak yang meniru hal hal negatif didalamnya,” tukasnya.

Pihaknya berharap, agar para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap puta putirnya yang berusia remaja. terlebih, bagi mereka yang menggunakan ponsel pintar. Terlebih, seks bebas di kalangan remaja bisa menjadi pemicu berbagai jenis penyakit seks menular seperti siphylis hingga HIV.

“Seks bebas bisa menyebabkan penyakit kelamin seperti syphilis, HIV aids, dan kehamilan di luar pernikahan,” tukasnya. 

Jangan sampai, remaja Indonesia merusak diri dengan pergaulan bebas. Karena dampaknya sangat banyak, salah satunya jika melakukan aborsi akan terjadi perdarahan, infeksi pasca aborsi, sepsis dan yang paling mengerikan adalah terjadinya kematian terhadap wanita yang melakukan aborsi. 

“Sedangkan dampak jangka panjang aborsi adalah mengganggu kesuburan sampai terjadinya infertilitas,” pungkasnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment