Share

Dinkes Bojonegoro Sebar Dokter Untuk Deteksi HIV/AIDS

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Kesehatan Bojonegoro, Jawa Timur meningkatkan upaya pengendalian penyakit Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di wilayahnya. Salah satunya dengan melibatkan para dokter koordinator Pencegahan Pemberantasan Penyakit (P2P) yang disebar di berbagai wilayah untuk mendeteksi sedini mungkin para pengidap HIV/AIDS agar dapat segera mendapatkan pengobatan secara intensif supaya mereka dapat hidup normal kembali.

Kasi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, dr. Wenny Diah menjelaskan, HIV/AIDS merupakan penyakit yang jumlah kasusnya cenderung meningkat dalam kurun waktu tertentu sehingga perlu penanganan maksimal dalam menekan penyebarannya.

“Penyakit ini sudah menjadi komitmen global dalam Millenium Development Goals,” tegas Wenny.

Sesuai data di Dinas Kesehatan Bojonegoro, jumlah kasus HIV/AIDS di Bojonegoro selama kurun waktu empat tahun terakhir ini terus meningkat. Pada tahun 2011 tercatat 64 kasus, tahun 2012 tercatat 85 kasus, tahun 2013 tercatat 126 kasus,  sedangkan pada 2014 ada peningkatan cukup signifikan menjadi 132 kasus dengan jumlah tertinggi di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Kalitidu, Dander, Balen, dan Bojonegoro. Sementara di semester pertama tahun 2015 ini jumlah kasus sebanyak 64 kasus.

Pengidap HIV/AIDS berasal dari beragam latar belakang pekerjaan seperti wiraswasta, ibu rumah tangga, pekerja seks komersil (PSK), buruh kasar, karyawan, sopir, pegawai negeri sipil (PNS), serta tidak diketahui identitasnya.

Sampai saat ini, sebagian besar masyarakat masih menganggap apabila penularan virus HIV-AIDS disebabkan oleh beberapa aktivitas sehari-hari yang dilakukannya bersama orang dengan HIV-AIDS (ODHA).  Padahal, virus tersebut hanya akan tertular melalui cairan seperti sperma, darah, dan air susu ibu.

“Karena itu, selain kita akan melakukan deteksi dini juga gencar melakukan sosialisasi bersama lembaga yang konsen menangangi penyakit ini,” pungkas Wenny.(dwi/kominfo)

Leave a Comment